“Saya bawa enam dus minuman. Saya mendukung aksi ini karena saya orang Pati,” kata dia.
“Saya tidak mau Pati ditindas seperti ini. Insyaallah, tanggal 13 nanti saya ikut demo. Turunkan pajak PBB!” ujar Candra lagi.
Selain spanduk dan logistik, dinding proyek videotron di kantor bupati kini dipenuhi coretan bernada protes, seperti: “Turunkan PBB atau Turunkan Bupati Sudewo! Mau Diganti Husein”.
Alasan Bupati Pati Ingin Naikkan PBB 250 Persen
Kebijakan Bupati Sudewo menaikkan tarif PBB-P2 hingga 250 persen memicu polemik luas.
Dalam rapat intensifikasi pajak bersama para camat dan PASOPATI, Sudewo menyebutkan bahwa tarif PBB di Pati sudah 14 tahun tidak naik.
Ia beralasan bahwa kenaikan ini dibutuhkan untuk mendorong pendapatan daerah yang masih jauh di bawah Kabupaten Jepara, Rembang, dan Kudus.
“Kami saat ini sedang berkoordinasi dengan para camat dan PASOPATI untuk membicarakan soal penyesuaian Pajak Bumi Bangunan (PBB). Telah disepakati bersama bahwa kesepakatannya itu sebesar ±250% karena PBB sudah lama tidak dinaikkan, 14 tahun tidak naik,” kata Sudewo.
Namun, gelombang penolakan dari masyarakat terus meluas. Masyarakat Pati berharap kebijakan kenaikan PBB-P2 hingga 250 persen ini urung terjadi.































































































