Ajakan terkini datang pada Rabu (27/8/2025) lalu.
“Dibilangnya untuk protes anggota DPR,” kata Ahu.
Sepuluh orang dari kampungnya berangkat. Sebelum berangkat, mereka diperintahkan membuat dulu bom molotov.
“Ada 160 botol dibuat,” kata Ahu.
Ia mengatakan botol-botol itu berisi minyak tanah karena mahalnya harga bensin.
Botol-botol itu kemudian diangkut ke kendaraan minibus putih.
“Macam Alphard tapi bukan, saya lupa namanya,” kata Ahu.
Di dalam kendaraan, Ahu menyaksikan sudah disiapkan banyak petasan dan kembang api.
Dari Cimahi, rombongan itu berangkat menjemput “pasukan” tambahan ke Bandung. Konvoi dipimpin empat mobil.
“Yang macam Alphard itu satu, Agia, Avanza, sama saya lupa satu mobil apa tapi kecil bentuknya,” kata Ahu.
Ada dua berpelat nomor F (Bogor dan sekitarnya), satu berpelat E (Cirebon dan sekitarnya), dan satu berpelat B (Jakarta).
Konvoi tersebut kemudian menjemput tambahan pasukan ke Bandung Barat, Cianjur, Sukabumi, dan akhirnya ke Bogor.
Sampai Bogor, kata Ahu, rombongan bersepeda motor sudah mencapai 600 orang.
Rombongan itu berunjuk rasa di Tangerang dulu sebelum akhirnya tiba di Kompleks Parlemen Senayan pada Kamis.
“Langsung kita serang pagarnya, petasan dibakar, bom molotov dilemparin,” kata Ahu.
Komando di mobil, menurutnya ikut turun dan memanas-manasi penyerangan.
Di Kompleks Parlemen, ia juga mengatakan bertemu dengan rombongan lain yang direkrut dengan cara yang sama.
“Kami dari Bandung. Ada juga dari Bekasi, dari Jawa lupa tempatnya, sama ada kelompok yang bicaranya seperti orang Medan,” ia menuturkan.
Sementara sebagian kelompok beraksi di DPR, rekan-rekan Ahu yang lain membakari halte-halte Transjakarta.
“Itu pakai molotov yang dibuat di kampung,” kata dia.
Sebagian dari anggota rombongan, kata dia, ditugaskan mengunggah siaran live di TikTok.
Pada Jumat itu, kata Ahu sudah dibicarakan rencana penjarahan ke rumah-rumah anggota dewan. Ia mengeklaim tak hafal nama pejabat yang rumahnya bakal dijarah. Namun Ahu berencana ikut dalam rombongan penjarah.
Sementara sejak Jumat malam, aparat sudah mulai menembakkan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan massa. Saat itulah Ahu mengatakan terpisah dari rombongannya.
“Saya cari-cari nggak ketemu. Terlalu banyak orangnya,” kata Ahu.
Sampai massa di DPR mulai sepi menjelang Sabtu sore, ia tak kunjung menemukan satupun anggota rombongannya.
Ahu mencoba menyusul dengan angkot ke wilayah utara Jakarta. Namun tanpa telepon genggam dan uang saku yang sudah ludes, upayanya gagal.
Akhirnya ia pasrah berjalan kaki kembali ke DPR dan menunggu di titiknya bertemu wartawan media Republika pada Ahad siang.































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler