DUNIA
INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Jet-Jet Tempur Saudi Gempur Yaman, Rebut Kembali Hadhramaut dan Al Mahra dari Pemberontak

BANDA ACEH  – Pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi merebut kembali Provinsi Hadhramaut dan Al Mahra dari kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung Uni Emirat Arab (UEA).

Rashad Al Alimi, kepala Dewan Kepemimpinan Presiden (PLC) Yaman, pemerintahan yang diakui secara internasional, mengatakan pasukan Homeland Shield merebut kembali semua posisi militer dan keamanan di dua provinsi yang berbatasan dengan Arab Saudi tersebut.

Pemerintahan PLC juga mengumumkan telah merebut kembali Pelabuhan Al Mukalla, di Hadhramaut, dari STC.

Sumber pemerintah Yaman mengatakan kepada Al Jazeera, pasukan pemerintah menguasai semua distrik di provinsi terbesar di Yaman.

Direktur Jenderal Kantor Kepemudaan Provinsi Al Mahra, Mohammed Omar Suwailam, juga mengatakan pasukan Homeland Shield telah menguasai seluruh atau sembilan distrik di provinsi tersebut.

Yaman sejak Selasa pekan lalu mengalami peningkatan ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak pasukan STC menguasai Hadhramaut dan Al Mahra pada awal Desember. Kedua provinsi tersebut mencakup hampir setengah dari wilayah Yaman dan berbatasan langsung dengan Arab Saudi.

Sejak Jumat pekan lalu, setidaknya 80 pejuang STC tewas dalam pertempuran dengan pasukan yang didukung Saudi. Selain itu setidaknya 152 pasukan STC luka dan 130 lainnya ditangkap.

Seorang pejabat militer STC mengatakan, jet-jet tempur Saudi memberikan dukungan dengan melakukan serangan udara intens terhadap salah satu kamp di Barshid, sebelah barat Al Mukalla.

Sementara itu STC menyambut baik tawaran dialog dari Arab Saudi, menyebutnya sebagai kesempatan nyata yang bisa melindungi aspirasi pendudul Yaman selatan.

Sumber-sumber lokal mengatakan aktivias warga di Hadhramaut secara bertahap kembali normal, sebagaimana terlihat di Kota Seiyun.

Gubernur Hadhramaut Salem Ahmed Said Al Khanbashi, tiba di bandara Seiyun setelah pasukan Homeland Shield menguasai wilayah tersebut. Namun, ketegangan dan perselisihan masih terjadi di tempat lain di selatan.

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengeluarkan pernyataan mengenai dugaan pembatasan pergerakan yang diberlakukan oleh STC di kota pelabuhan Aden di Yaman selatan.

Pemerintah menuduh STC mencegah beberapa pelancong memasuki Aden serta menahan orang-orang yang berusaha memasuki kota tersebut, termasuk keluarga dan orang sakit yang membutuhkan perawatan.

Beberapa penerbangan telah kembali beroperasi dari Bandara Internasional Aden, setelah ditutup pada Kamis pekan lalu

image_print
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website