Trump dan Scott berbicara tentang video tersebut pada Jumat pagi sebelum dihapus dari unggahan presiden.
Gedung Putih sebelumnya membela unggahan tersebut dan meremehkan respons terhadap video itu. Mereka menyebutnya sebagai ‘kemarahan palsu.’ Tetapi tepat sebelum tengah hari, seorang pejabat mengatakan kepada CNN, “Seorang staf Gedung Putih secara keliru membuat unggahan tersebut. Unggahan itu telah dihapus.”
Seorang pejabat Senat Partai Republik mengatakan anggota parlemen Republik telah menghubungi Trump untuk membahas unggahan tersebut dengannya.
“Kontroversi tersebut membuat Gedung Putih berada dalam posisi defensif, kata sumber, dengan para pejabat, penasihat, dan sekutu menghubungi anggota parlemen dan media untuk mencoba membantah bahwa Trump sendiri memainkan peran apa pun.
Seorang penasihat Gedung Putih menegaskan bahwa, Presiden tidak mengetahui video itu, dan sangat kecewa dengan staf yang mengunggahnya.
Sumber yang mengetahui penggunaan media sosial Trump mengatakan presiden sering mengunggah secara pribadi di Truth Social – terutama larut malam dan dini hari – dan dia sering mengunggah ulang postingan orang lain secara pribadi.
Pada siang hari, kata sumber tersebut, dia sering menyetujui postingan dengan inisial “DJT” untuk menunjukkan bahwa dia yang membuatnya secara pribadi.
Tetapi sumber tersebut mengatakan beberapa ajudan dekat, termasuk Natalie Harp dan Dan Scavino, wakil kepala staf yang mengelola akun media sosial Trump selama masa jabatan pertamanya, juga memiliki akses.
Pendeta asal South Carolina, Mark Burns, sekutu lama Trump yang juga berperan sebagai penasihat spiritual informal, mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan presiden pada Jumat tentang video tersebut dan mendesaknya untuk memecat siapa pun yang mengunggahnya.
“Presiden menjelaskan kepada saya bahwa unggahan ini dibuat oleh seorang staf dan bukan olehnya,” tulis Burns di X.
“Rekomendasi saya kepada Presiden sangat lugas dan tegas. Staf tersebut harus segera dipecat, dan Presiden harus secara terbuka mengutuk tindakan ini.”
Obama dan istrinya muncul sekilas dan tiba-tiba di dekat akhir video pendek tersebut, yang mengampanyekan klaim palsu bahwa mesin pemungutan suara membantu mencuri pemilu 2020, dengan wajah mereka ‘ditumpangkan’ pada tubuh kera. Saat gambar-gambar itu muncul, selama sekitar satu detik, awal lagu “The Lion Sleeps Tonight” diputar di latar belakang.
CNN telah menghubungi Obama dan istrinya untuk meminta komentar.
Unggahan tersebut, yang mengingatkan pada stereotip rasis yang membandingkan orang kulit hitam dengan monyet, memicu reaksi keras, termasuk dari beberapa anggota parlemen Republik yang memiliki hubungan dekat dengan Gedung Putih.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler