BANDA ACEH – Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti, menilai hubungan Politik antara Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto semakin menunjukkan tanda-tanda keretakan yang selama ini disebut tertutup rapat.
Menurut Ray, dinamika tersebut kini justru terlihat jelas ke ruang publik, terutama sejak munculnya sejumlah peristiwa politik strategis.
“Jokowi–Prabowo makin retak? Iya, retak itu makin terlihat dari apa yang selama ini selalu ditutup-tutupi kedua belah pihak. Lebih khusus lagi, kala pihak ketiga mulai masuk,” ujar Ray dalam keterangan tertulisnya kepada Konteks.co.id, Senin, 16 Februari 2026.
Ray menyebut, keretakan tersebut bukan fenomena baru, melainkan proses yang berlangsung bertahap dan saling bertaut.
Ia mengurai setidaknya lima indikasi utama yang, menurutnya, memperlihatkan renggangnya relasi dua tokoh sentral politik nasional itu.
Gibran Kurang Diberi Ruang
Indikasi pertama, kata Ray, berkaitan dengan minimnya ruang tampil bagi Gibran Rakabuming Raka di hadapan publik.
Ia menilai keterbatasan eksposur itu berdampak langsung pada peluang politik Gibran dalam sistem yang sangat bergantung pada popularitas.
“Padahal, di sistem di mana popularitas sangat dominan bagi para politisi, ruang sempit bagi akselerasi Gibran untuk tampil adalah musibah politik,” kata Ray.
Menurutnya, situasi ini menjadi kontradiktif dengan pernyataan Jokowi sebelumnya yang menyebut pasangan Prabowo–Gibran sebagai ‘paket dua periode’.
Ray mempertanyakan bagaimana narasi dua periode bisa terwujud jika elektabilitas Gibran tidak ikut terdongkrak, sementara dukungan partai-partai besar terhadap Prabowo tidak otomatis menjamin dukungan yang sama kepada Gibran.
Jangkar Jokowi Sudah Menipis
Indikasi kedua muncul dari kebijakan reshuffle kabinet. Ray menilai, pencopotan sejumlah menteri yang selama ini diasosiasikan dengan Jokowi semakin menipiskan ‘jangkar’ pengaruh Jokowi di pemerintahan Prabowo.
“Kala beberapa menteri yang disebut dengan Jokowi juga di-reshuffle oleh Prabowo, maka bertambahlah rasa tidak berkenan itu. Jangkar Jokowi ke dalam kekuasaan Prabowo tentu saja menipis,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut juga membuat menteri-menteri yang sebelumnya dekat dengan Jokowi mulai menjaga jarak secara politik.
Reshuffle Lanjutan dan Konflik Terbuka Menteri
Ketiga, Ray menyoroti rencana reshuffle lanjutan yang disebut-sebut menyasar menteri-menteri yang memiliki kedekatan dengan Jokowi.
Ia mencontohkan situasi konflik terbuka antara Trenggono -yang disebut dekat dengan Jokowi- dan Purbaya, menteri pilihan langsung Prabowo.































































































































