BANDA ACEH – Momentum Ramadhan dimanfaatkan sebagai ajang penguatan spiritual dan pembentukan karakter santri dalam kegiatan tausiah motivasi yang digelar Dayah Wakaf Barbate Islamic City (YWBIC), Ahad (1/3/2026).
Kegiatan buka puasa bersama dengan pengurus Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) dan Purna Paskibraka Indonesia Indonesia (PPI) Aceh, menghadirkan pesan-pesan keislaman yang menekankan pentingnya syukur, sedekah, pengendalian diri, serta pembentukan akhlak kepemimpinan berbasis Al-Qur’an.
Sekretaris Umum YWBIC, Zulfikar, dalam pengantar acara menyampaikan bahwa Dayah Wakaf Barbate kini memasuki usia empat tahun dengan jumlah 69 santri dari 20 kabupaten/kota di Aceh. Tahun ini, dayah kembali membuka penerimaan 30 santri baru sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pendidikan gratis bagi anak yatim dan keluarga kurang mampu.
Puncak kegiatan diisi tausiah motivasi Ramadhan oleh T. Muda Ariaman, SE, Ketua PCMI dan PPI Aceh, yang mengajak para santri memahami besarnya nikmat Allah SWT sebagai landasan membangun rasa syukur dan semangat belajar.
Dalam penyampaiannya, ia mengutip makna Surah Luqman ayat 27, yang menegaskan bahwa nikmat Allah tidak akan mampu dihitung oleh manusia:
“Seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan menjadi tinta, ditambah tujuh lautan lagi sesudahnya, niscaya tidak akan habis dituliskan kalimat-kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS. Luqman: 27)
Menurutnya, ayat tersebut mengajarkan bahwa manusia hidup dalam limpahan nikmat yang sering kali tidak disadari. Ia mencontohkan nikmat oksigen yang diberikan Allah secara cuma-cuma.
“Bayangkan jika oksigen harus dibeli, nilainya bisa mencapai ratusan miliar rupiah. Itu baru satu nikmat, belum kesehatan, jantung, ginjal, dan kehidupan yang Allah berikan setiap detik,” ujarnya di hadapan para santri.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa nikmat tersebut harus disyukuri. Ariaman mengutip pesan peringatan dalam Surah Ibrahim ayat 7:
“Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)
Ia menegaskan, Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk melatih rasa syukur melalui ibadah, kedisiplinan, dan pengendalian diri.
Selain syukur, para santri juga diajak memahami kekuatan sedekah sebagai jalan keberkahan hidup. Ia mengutip makna Surah Al-Baqarah ayat 261 tentang balasan bagi orang yang bersedekah:
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir; pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 261)






























































































