Memuat berita...

Imsak --:--
Iftar --:--
ADVERTISMENT
NASIONAL
NASIONAL

Buntut Israel-AS Keroyok Iran, Pakar UGM: BBM Bakal Lebih Cepat Habis Ketimbang Prediksi Bahlil

BANDA ACEH – Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tentang cadangan BBM di Indonesia tersisa untuk 21 hari, diragukan kebenarannya. Bisa saja kurang dari 21 hari BBM sudah mengalami kelangkaan.Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi meragukan pernyataan Menteri Bahlil tentang cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional tersisa 20 hari. Diyakini, BBM menjadi lebih cepat habis karena tingginya mobilitas masyarakat saat libur panjang menjelang Lebaran.  

“Praktis permintaan BBM semakin tinggi. Sehingga negara harus mengeluarkan cadangan BBM. Untuk menghindari antrean di Stasiun Pengisian BBM Umum disingkat SPBU. Kalau tidak dikeluarkan, malah bahaya. Antrean panjang (SPBU) bisa mengarah gejolak sosial,” kata Fahmy, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Dampak serangan biadab Zionis Israel dengan Amerika Serikat (AS) ke Iran yang memicu konflik di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz, menurut Fahmy, menjadi musibah bagi perekonomian Indonesia. Karena menciptakan kenaikan harga minyak mentah dan BBM yang cukup signifikan.

Berita Lainnya:
Ribut Soal Pengadaan Kapal, Apa Sebenarnya yang Diperdebatkan Menkeu Purbaya dan Trenggono?

“Dampaknya lebih kepada APBN, karena kita kan importir minyak mentah dan BBM. Kalau soal pasokan, enggak perlu khawatir. Indonesia bisa beli dari Singapura yang stoknya cukup banyak. Atau dari Rusia. Menteri Bahlil bahkan bilang mau beli dari AS,” ungkap mantan anggota Tim Reformasi tata Kelola Migas itu.

Namun, lanjut Fahmy, ketika harga minyak mentah atau crude oil melambung hingga di atas US$100 per barel, menjadi masalah serius bagi pemerintah Indonesia. Karena terkait dengan besaran subsidi energi yang diatur dalam APBN. ketika harga minyak dunia dan BBM naik, maka subsidi energi dipastikan membengkak.

“Masalahnya, saat ini, keuangan negara kan sedang kembang-kempis. Apa rela anggaran MBG atau Kopdes Merah Putih, dipangkas jika harga minyak dunia sampai di atas 100 dolar AS per barel. Saya kira dampak perang Iran harus disikapi serius, mitigasinya. Pak Prabowo enggak perlu sampai ke Teheran, fokus saja di Indonesia. Ini berat lho,” tandasnya.

Berita Lainnya:
Enam Pejabat Mundur Kepemimpinan Bobby Nasution di Sumut Gagal

Masih kata Fahmy, pergerakan harga minyak dunia melejit seketika manakala duet biadab Israel-AS melakukan serangan militer perdana ke Iran pada Sabtu (28/2). Sehari sebelumnya, harga minyak bertengger  di level 58-60 dolar AS per barel.

Namun, setelah meledaknya konflik yang terus memanas itu, membuat harga minyak dunia merangsek naik ke level 67 dolar AS hingga 70 dolar AS per barel. Ketika dilakukan penutupan Selat Hormuz, harga minyak kembali meroket ke level 85 dolar AS per barel.

image_print
1 2
Logo
Suara Netizen
Memuat konten netizen...
ADVERTISMENT
Update Terbaru
Memuat berita Info Aceh...
ADVERTISMENT
Orinews Logo

Imsakiyah Ramadhan 1447 H

Kota Banda Aceh & Sekitarnya

Harian Aceh Indonesia
Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh
Tanggal Imsak Subuh Dzuhur Ashar Maghrib Isya
Memuat data resmi...
Update Terbaru
Memuat Artikel...
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya