Di Indonesia, OSF sering dikaitkan dengan tudingan intervensi asing. Analis seperti Hendropriyono sebut jejaring Soros – termasuk Open Society Foundations – salurkan dana ke LSM seperti Kurawal dan TIFA untuk kritik kebijakan pemerintah, sejak 1990-an total US$8 miliar global. Media Rusia Sputnik bahkan tuduh Soros biayai demo di RI.
Sementara itu, pemerintah Prabowo justru genjot anggaran riset nasional jadi Rp12 triliun (US$690 juta) di 2026, prioritas swasembada pangan dan energi – kontras dengan agenda “demokrasi” ala Soros.
Bocornya dokumen ini picu spekulasi: apakah ini upaya lunak ganti intervensi keras, atau solidaritas global? Publik RI kian waspada di tengah dinamika geopolitik BRICS vs Barat.***































































































