BANDA ACEH – Sebuah pengakuan mengejutkan meluncur dari mulut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait dinamika kekuasaan di Timur Tengah.
Dalam wawancara eksklusif di acara “The Five” Fox News, Kamis (26/3/2026), Trump mengonfirmasi laporan intelijen tingkat tinggi CIA yang menyebut bahwa Pemimpin Tertinggi Iran yang baru saja naik takhta, Mojtaba Khamenei, kemungkinan besar adalah seorang gay.
Konfirmasi ini muncul setelah The Post merilis berita eksklusif mengenai laporan pribadi CIA kepada Trump.
Saat ditanya oleh pembawa acara Jesse Watters apakah benar intelijen menyebut “Ayatollah Jr.” adalah gay, Trump menjawab tanpa ragu.
“Yah, mereka (CIA) memang mengatakan itu. Saya pikir banyak orang juga mengatakannya. Hal ini membuatnya memulai posisi (sebagai pemimpin) dengan sangat buruk di negara tersebut,” ujar Trump merujuk bahwa Iran menerapkan hukum syariah ketat dan tidak memperkenankan seorang gay menjadi pemimpin.
Trump menjelaskan intelijen AS menunjukkan bahwa Mojtaba Khamenei diduga terlibat dalam hubungan jangka panjang dengan tutor laki-lakinya sejak masa muda.
Informasi ini sebelumnya diungkap The Post dengan menyebut berasal dari “sumber yang paling dilindungi oleh pemerintah AS.”
Bahkan, laporan tersebut mengatakan bahwa mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, sudah lama mencurigai orientasi seksual putranya.
Sehingga melarang putranya menggantikan dirinya menjadi pemimpin tertinggi.
Spekulasi ini pula yang sempat digunakan oleh lawan-lawan Politik Mojtaba untuk menjegal kenaikannya sebagai pemimpin tertinggi pada 8 Maret lalu.
Pemimpin tertinggi Iran bukanlah satu-satunya penguasa Timur Tengah yang ‘mungkin gay’ — rumor telah lama beredar tentang penguasa lainnya
Sumber ketiga intelijen tersebut mengindikasikan adanya perselingkuhan yang terjadi dengan seseorang yang sebelumnya bekerja untuk keluarga Khamenei.
Mojtaba, yang diyakini terluka dalam serangan udara 28 Februari, dimana di saat yang sama menewaskan ayahnya dan anggota keluarganya yang lain, di sebut telah melakukan pendekatan seksual yang agresif kepada pria-pria yang peduli padanya.
Beberapa menyebutkan saat itu Mojtaba berada di bawah pengaruh obat-obatan berat menurut salah satu sumber The Post.
Badan intelijen AS tidak memiliki bukti foto tentang dugaan ketertarikan seksual Mojtaba Khamenei terhadap pria.
Tetapi sumber-sumber tersebut bersikeras bahwa informasi tersebut dapat diandalkan, dengan salah satu sumber mengatakan bahwa informasi tersebut “berasal dari salah satu sumber yang paling dilindungi pemerintah.”






























































































