BANDA ACEH – Juara dunia bertahan MotoGP, Marc Marquez, berharap regulasi aerodinamika pada MotoGP 2027 dipangkas lebih jauh setelah menjajal motor prototipe Ducati bermesin 850 cc dalam sesi tes tertutup di Sirkuit Brno, Ceko.
Marquez menyambut positif sejumlah perubahan besar yang akan diterapkan pada MotoGP 2027, seperti penggunaan mesin 850 cc, penghapusan ride height device, serta pergantian pemasok ban dari Michelin ke Pirelli. Namun, menurutnya, pembatasan perangkat aerodinamika masih belum cukup signifikan.
“Saya sudah mengujinya di Brno. Motor itu memang tidak secepat yang sekarang, tetapi saya rasa para penggemar tidak akan menyadari perbedaannya,” ujar Marquez saat tampil di kanal YouTube Soy Blak, Kamis (23/7/2026).
Pembalap berjuluk The Baby Alien itu mengatakan perubahan paling terasa justru berasal dari karakter ban baru yang akan digunakan mulai musim 2027.
“Saya rasa perubahan terbesar ada pada sektor ban. Namun, sejujurnya saya berharap mereka bisa memangkas aerodinamika lebih banyak lagi. Saya ingin fitur tersebut dikurangi lebih jauh,” katanya.
Marquez menilai pengurangan perangkat aerodinamika akan membuat balapan MotoGP menjadi lebih menarik karena pembalap memiliki peluang lebih besar untuk saling menyalip.
Menurut dia, teknologi aerodinamika yang digunakan saat ini membuat pembalap kesulitan mengikuti motor di depannya karena kehilangan downforce ketika berada dalam pusaran udara (dirty air).
“Tanpa batasan aerodinamika yang rumit, kita bisa menyaksikan pertarungan kelompok yang lebih sengit di barisan depan, mirip seperti balapan di kelas Moto3,” ujarnya.
“Di MotoGP saat ini jauh lebih sulit untuk saling menyalip karena ketika berada di belakang motor lain, Anda akan kehilangan downforce dan performa motor langsung menurun. Namun, bagaimanapun, kita harus terbiasa. Setiap era pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing,” lanjut Marquez.
Marquez dipastikan tetap menjadi bagian dari era baru MotoGP setelah memperpanjang kontraknya bersama Ducati hingga akhir musim 2028.
Pembalap asal Spanyol itu tampil impresif sepanjang paruh pertama musim ini. Setelah sempat mengalami cedera dalam beberapa musim terakhir, ia mampu memangkas selisih poin dari pemuncak klasemen dan meraih kemenangan beruntun di Grand Prix Hungaria, Ceko, dan Jerman sebelum jeda musim panas.[]































































































