BANDA ACEH – Sebuah bus Transjakarta rute Koridor 9 (Pinang Ranti-Pluit) dilaporkan mengeluarkan asap tebal saat beroperasi di Halte Pancoran, pada Sabtu (14/2/2026) siang. Insiden itu otomatis membuat para penumpang panik dan berlarian keluar bus.hin
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa yang terjadi di unit bus DMR 715 itu. Ia menyebutkan, bus itu merupakan milik operator Damri rute Koridor 9.
“Transjakarta menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas gangguan teknis yang terjadi pada armada bus DMR 715, milik operator Damri rute Koridor 9 (Pinang Ranti-Pluit) di Halte Pancoran pada Sabtu pukul 13.33 WIB,” kata dia, Senin (16/2/2026).
Ayu menjelaskan, insiden munculnya asap dari kap mesin belakang diakibatkan kebocoran radiator. Menurut dia, peristiwa itu telah ditangani dengan cepat oleh petugas di lapangan. Seluruh penumpang disebut telah dievakuasi dengan aman ke area halte dan dialihkan ke bus berikutnya dengan tertib.
Sebagai tindak lanjut peristiwa itu, Ayu mengatakan, pihaknya memutuskan untuk melakukan pemberhentian operasi sementara (grounded) armada bus tersebut. Langkah itu dimbil untuk melakukan inspeksi menyeluruh (comprehensive check) dan memastikan setiap unit memenuhi standar kelaikan jalan yang ketat sebelum diizinkan kembali melayani pelanggan.
“Transjakarta juga tengah melakukan investigasi internal mendalam, dan melakukan pemeriksaan pada 59 unit bus gandeng BBG merk Zhongtong, terutama pada sistem pendinginnya,” ujar dia.
Ia menyatakan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap pengabaian standar teknis. Hal itu dilakukan tak lain untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang Transjakarta.
“Seluruh armada yang terdampak akan melalui proses audit teknis sebelum kembali beroperasi melayani pelanggan,” kata Ayu.
































































































































