Jumat, 26/04/2024 - 13:19 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EROPAINTERNASIONAL

Polisi Armenia Tahan Puluhan Pendemo yang Desak Perdana Menteri Mundur

ADVERTISEMENTS

Polisi Armenia menahan puluhan pengunjuk rasa yang desak Perdana Menteri mundur

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

YEREVAN – Polisi Armenia menahan puluhan pengunjuk rasa yang melakukan aksi menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, Kamis (5/5/2022). Para pendemo mengatakan perdana menteri telah membuat konsesi yang tidak dapat diterima atas wilayah Nagorno-Karabakh.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

Negara Kaukasus Selatan yang terkurung daratan itu telah menyaksikan para pencela Pashinyan turun ke jalan dalam beberapa hari terakhir. Mereka memblokir jalan-jalan utama di ibu kota Yerevan dan menyerukan kepada penduduk untuk melakukan tindakan pembangkangan sipil.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
Upaya Palestina Dapatkan Keanggotaan Penuh DK PBB Kembali Kandas

Tayangan televisi lokal menunjukkan petugas polisi menangkap pengunjuk rasa dan menyeret mereka ke dalam van. Polisi di Yerevan mengatakan pihaknya telah menahan 49 pengunjuk rasa pada tengah hari.

ADVERTISEMENTS

Pashinyan telah menghadapi kritik keras sejak Armenia kalah oleh Azerbaijan dalam perang enam minggu pada tahun 2020. Armenia kehilangan wilayah yang signifikan di dan sekitar wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Bulan lalu, Pashinyan telah membuat marah oposisi ketika dia mengatakan masyarakat internasional mendesak Armenia untuk menurunkan standar status Nagorno-Karabakh. Wilayah itu adalah sebuah kantong yang diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan tetapi berpenduduk dan sampai saat ini sepenuhnya dikendalikan oleh etnis Armenia.

Berita Lainnya:
Azerbaijan Peringatkan Peningkatan Militer Armenia di Perbatasan

Bulan lalu juga, Azerbaijan mengatakan bahwa pihaknya siap untuk negosiasi perjanjian damai dengan Armenia. Namun Baku mengatakan Yerevan perlu melepaskan setiap klaim teritorial terhadap negara itu.

Pashinyan mengatakan dia tidak akan menandatangani kesepakatan damai dengan Azerbaijan tanpa berkonsultasi dengan etnis Armenia di Nagorno-Karabakh. Padahal sebelumnya ia mengatakan dia telah menyetujui gencatan senjata yang ditengahi Rusia pada tahun 2020 untuk menghindari kerugian lebih lanjut.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi