IndonesianArabicEnglishRussianGermanChinese (Simplified)JapaneseTurkish

Presiden Iran Tegaskan akan Selidiki Kematian Mahsa Amini

Presiden Iran Tegaskan akan Selidiki Kematian Mahsa Amini

Kematian Mahsa Amini telah memicu gelombang demonstrasi di Iran.

WASHINGTON – Presiden Iran Ebrahim Raisi menegaskan, pemerintahannya akan menyelidiki kematian Mahsa Amini (22 tahun). Amini diduga tewas akibat dianiaya “polisi moral” Iran setelah dia ditangkap karena tak mengenakan hijab yang dianggap ideal.

Dalam sebuah konferensi pers di markas PBB di New York, Raisi kembali menyampaikan kesimpulan koroner bahwa Mahsa Amini tidak dianiaya atau dipukuli. “Tapi saya tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan,” ucapnya, dikutip laman Al Arabiya, Jumat (23/9/2022).

Dia menekankan, jika memang ada pihak yang salah dalam kematian Amini, hal itu tentu harus diusut. “Saya menghubungi keluarga almarhumah pada kesempatan pertama dan saya meyakinkan mereka secara pribadi bahwa kami akan terus menyelidiki insiden tersebut,” ujar Raisi.

Pada kesempatan itu, Raisi turut melayangkan kritik kepada Amerika Serikat (AS) yang sudah menjatuhkan sanksi ke unit polisi Iran menyusul kematian Amini. Dia menuduh Barat menerapkan standar ganda. “Mengapa tidak menyerukan hal yang sama persis bagi mereka yang kehilangan nyawa di tangan penegak hukum dan agen lain di seluruh Barat; Eropa, Amerika Utara, AS? Mereka yang menderita pemukulan yang tidak adil, mengapa tidak ada penyelidikan yang menindaklanjuti mereka?” ucapnya.

BACAAN LAIN:
Rusia: Boris Johnson Bohong Soal Putin Pernah Mengancamnya

Kematian Amini telah memicu gelombang demonstrasi di Iran. Perempuan-perempuan turun ke jalan dan menunjukkan solidaritasnya kepada Amini dengan cara membakar hijab mereka beramai-ramai. Kerusuhan pun tak terhindarkan. Sejauh ini, setidaknya 17 orang sudah dilaporkan tewas akibat tindakan represif aparat keamanan Iran.

BACAAN LAIN:
Dokumen Polisi India Ungkap Potensi Meningkatnya Bentrokan di Perbatasan China

Pada 13 September lalu, “polisi moral” Iran menangkap Mahsa Amini di Teheran. Dia ditangkap karena hijab yang dipakainya dianggap tidak ideal. Di Iran memang terdapat peraturan berpakaian ketat untuk wanita, salah satunya harus mengenakan hijab saat berada di ruang publik.

Setelah ditangkap polisi moral, Amini ditahan. Ketika berada dalam tahanan, dia diduga mengalami penyiksaan. PBB mengaku menerima laporan bahwa wanita berusia 22 tahun itu dipukuli di bagian kepala menggunakan pentungan. Selain itu, kepala Amini pun disebut dibenturkan ke kendaraan.

Amini kemudian dilarikan ke rumah sakit. Kepolisian Teheran mengklaim, saat berada di tahanan, Amini tiba-tiba mengalami masalah jantung. Amini dirawat dalam keadaan koma dan akhirnya mengembuskan napas terakhirnya pada 16 September lalu. Kematian Amini dan dugaan penyiksaan yang dialaminya seketika memicu kemarahan publik. Mereka menggelar demonstrasi untuk memprotes tindakan aparat terhadap Amini.


Sumber: Republika

0
senang
Senang
0
sedih
Sedih
0
terganggu
Terganggu
0
terkejut
Terkejut
0
parah
Parah
Presiden Iran Tegaskan akan Selidiki Kematian Mahsa Amini
Login

Halaman Login/Daftar Harian Aceh Indonesia, jika belum punya akun silahkan buat akun sekarang untuk memanfaatkan keistimewaannya, dan sepenuhnya gratis!