Selasa, 28/05/2024 - 07:04 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMIFINANSIAL

LPS Proyeksi Suku Bunga Deposito Terkerek 15 Basis Poin pada Akhir 2022

Terkereknya bunga deposito bakal berlangsung secara bertahap.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

 JAKARTA — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memproyeksikan suku bunga deposito perbankan naik sebesar 15 basis poin pada akhir 2022. Hal ini menyusul peningkatan tingkat bunga penjaminan.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh


Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan terkereknya bunga deposito bakal berlangsung secara bertahap sejalan dengan kenaikan suku bunga Bank Indonesia dan bunga penjaminan LPS.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak


“Mengingat likuiditas perbankan yang cukup berlimpah, mungkin sampai akhir tahun kenaikan akan sampai setengah dari tingkat bunga penjaminan LPS. Kira-kira 10-15 poin suku bunga deposito akan naik mungkin menjelang akhir tahun,” ujarnya, Rabu (28/9/2022).

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan


Menurutnya proyeksi tersebut berdasarkan kenaikan tingkat bunga penjaminan yang baru dilakukan sebesar 25 basis poin pada simpanan rupiah bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), sedangkan simpanan valuta asing bank umum ditingkatkan 50 basis poin.

Berita Lainnya:
Petani Lebak Raup Keuntungan Harga Gabah Basah Rp 7.000 per Kg


Maka demikian, dia memproyeksikan suku bunga deposito kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 1 kemungkinan akan naik menjadi 2,8 persen sampai 2,9 persen menjelang akhir 2022. Pada September 2022 suku bunga deposito rupiah pada KBMI 1 berada level 2,7 persen, KBMI 2 level 2,34 persen, KBMI 3 level 2,05 persen, serta KBMI 4  level 1,88 persen.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action


“Kalau dilihat tren dalam beberapa minggu terakhir, data itu belum menunjukkan kenaikan terlalu signifikan. Walaupun bank sentral sudah menaikkan suku bunga acuannya,” ucapnya.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh


Pada kuartal II 2022, Purbaya mengungkapkan memang terdapat kenaikan suku bunga pasar (SBP) simpanan rupiah meski belum terlalu signifikan sebesar 11 basis poin. Maka itu, tren tersebut belum menunjukkan kenaikan yang terlalu signifikan meskipun Bank Indonesia sudah menaikkan suku bunga acuannya.  

ADVERTISEMENTS


“Respons dari pasar belum signifikan karena memang biasanya perbankan akan lebih responsif terhadap tingkat bunga penjaminan LPS,” ucapnya.

ADVERTISEMENTS


Kendati begitu, dia berpendapat kenaikan suku bunga deposito akan terbatas karena kondisi likuiditas perbankan yang masih cukup baik. Purbaya juga menilai transisi kenaikan suku bunga Bank Indonesia dan bunga LPS ke perbankan membutuhkan waktu, karena likuiditas perbankan masih cukup berlimpah.

Berita Lainnya:
Mendag Dorong APEC Menavigasi Ekonomi Kawasan Tumbuh Inklusif


Karenanya, dia menilai kenaikan bunga tidak akan memberikan tekanan pada perekonomian dalam negeri. Apalagi, kinerja perekonomian terus menguat di tengah risiko global.


“Tapi saya lihat dampaknya ke ekonomi secara keseluruhan tidak akan terlalu negatif atau bahkan diabaikan, karena naiknya tidak banyak-banyak amat. Kenaikan terjadi di seluruh lapisan bank yang deposito,” ucapnya. 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi