Minggu, 05/05/2024 - 07:44 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

AMERIKAINTERNASIONAL

AS Susun Strategi Keamanan Nasional

ADVERTISEMENTS

Strategi keamanan nasional AS bertujuan menghadapi pengaruh China dan Rusia

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hardiknas dari Bank Aceh Syariah

WASHINGTON — Gedung Putih pada Rabu (12/10/2022) menyusun strategi keamanan nasional yang bertujuan untuk menghadapi pengaruh China dan sikap tegas terhadap Rusia. Strategi keamanan nasional pertama pemerintahan Presiden Joe Biden menekankan perlunya kebijakan luar negeri yang menyeimbangkan kepentingan sekutu global dengan kepentingan kelas menengah Amerika.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA
ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah

“Kami memahami bahwa jika Amerika Serikat ingin berhasil di luar negeri, kami harus berinvestasi dalam inovasi dan kekuatan industri kami, dan membangun ketahanan kami, di dalam negeri. Demikian pula, untuk memajukan kemakmuran bersama di dalam negeri dan menegakkan hak-hak semua orang Amerika, kita harus secara proaktif membentuk tatanan internasional sesuai dengan kepentingan dan nilai-nilai kita,” ujar isi dokumen strategi keamanan nasional.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

Ketika awal menjabat sebagi presiden, Biden memperjuangkan “kebijakan luar negeri untuk kelas menengah” dan berusaha lebih fokus pada China sebagai pesaing ekonomi dan militer. Termasuk menghidupkan kembali aliansi yang telah redup selama pemerintahan mantan Presiden Donald Trump dan melindungi hak asasi manusia.

ADVERTISEMENTS
Selamart Hari Buruh

“Di seluruh dunia, kebutuhan akan kepemimpinan Amerika sama besarnya seperti sebelumnya. Kami berada di tengah-tengah persaingan strategis untuk membentuk masa depan tatanan internasional,” kata Biden dalam pengantar dokumen.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Perdana Menteri Papua Nugini Ngamuk Disebut Negara Kanibal yang Memakan Paman Joe Biden

Pejabat pemerintah mengatakan, fokus pada kepentingan AS tetap menjadi pusat visi kebijakan luar negeri Biden.  Namun dokumen strategi baru juga mencerminkan daftar panjang krisis yang membuat dunia menghadapi tantangan bersama termasuk perubahan iklim, kerawanan pangan, penyakit menular, dan inflasi.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

“Kami berada di tahun-tahun awal dekade yang menentukan,” kata penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan dalam pidatonya di Universitas Georgetown ketika menyoroti rilis dokumen tersebut.  

ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Thantawi Ishak mantan Komisaris Utama Bank Aceh

“Syarat persaingan kita dengan Republik Rakyat China akan ditetapkan. Jendela peluang untuk menghadapi tantangan bersama seperti perubahan iklim akan menyempit secara drastis, bahkan ketika intensitas tantangan itu meningkat. Jadi kita perlu menangkap momen kita,” kata Sullivan.

Dokumen tersebut menekankan perlunya bersaing secara efektif dengan China, serta kemampuan untuk membentuk kembali tatanan internasional. Biden  menghadapi gejolak politik global yang cukup kompleks. Antara lain,  perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung selama hampir delapan bulan dan menghancurkan ekonomi global, tindakan China terhadap Taiwan yang semakin intensif, meningkatnya kekhawatiran nuklir di Iran dan Korea Utara, serta ketegangan hubungan dengan Arab Saudi terkait keputusan OPEC+.

Berita Lainnya:
Nyaris Tujuh Puluh Persen Warga Israel tak Puas Kinerja Netanyahu

Sullivan mengatakan, krisis Ukraina telah membuat rilis dokumen strategi keamanan nasional menjadi tertunda. Namun hal ini secara fundamental tidak mengubah pendekatan Biden terhadap strategi.  Pemerintah awalnya berencana untuk merilis strategi tersebut pada bulan Februari.

“Saya percaya bahwa itu menghadirkan elemen kunci dari pendekatan kami dalam warna yang hidup yaitu penekanan pada sekutu, pentingnya memperkuat tangan dunia demokratis dan membela sesama demokrasi kita dan untuk nilai-nilai demokrasi,” kata Sullivan.

Mengenai masalah minyak, Biden mengatakan, pemerintah akan “bereaksi terhadap Arab Saudi” sebagai tanggapan atas keputusan OPEC+ untuk memangkas produksi minyak. Biden mengatakan, Saudi akan menghadapi “konsekuensi” untuk langkah tersebut.

Anggota parlemen Demokrat mendorong undang-undang yang akan menghentikan penjualan militer AS ke Saudi sehubungan dengan pengurangan produksi minyak. Menurut pejabat Gedung Putih, pengurangan produksi minyak akan membantu anggota OPEC+ lainnya, yaitu Rusia untuk membiayai perangnya di Ukraina.

Dalam sebuah pernyataan Rabu (12/10/2022) malam, Kementerian Luar Negeri Saudi bersikeras, keputusan OPEC+ adalah murni untuk tujuan ekonomi. Saudi mengatakan, setiap upaya untuk mendistorsi fakta tentang posisi Kerajaan mengenai krisis di Ukraina sangat disayangkan.

ADVERTISEMENTS

x
ADVERTISEMENTS
1 2

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi