IndonesianArabicEnglishRussianGermanChinese (Simplified)JapaneseTurkish

Lewat TaniAKUR, Kementan Tawarkan Solusi Cerdas Usaha Pertanian

Webinar MAF Vol. 3 Edisi 41 dibuka Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi yang dihadiri Kapusdiktan Idha Widi Arsanti (kanan atas) dan Kepala SMKPPN Sembawa, Yudi Astoni (tengah bawah) dan 500 peserta secara hybrid. Kementerian Pertanian RI tiada henti mengajak generasi milenial menggeluti pertanian melalui aneka kemudahan. Program teranyar adalah Petani Milenial Akses Kredit Usaha Rakyat (Tani AKUR).
Bagikan

Bagikan Artikel Ini

atau salin tautannya

Lewat TaniAKUR KUR dijadikan sumber pembiayaan bagi petani milenial

 BANYUASIN — Pembangunan pertanian diarahkan untuk meningkatkan produksi pertanian guna memenuhi kebutuhan pangan dan industri nasional, meningkatkan pendapatan petani dan menggenjot ekspor, memperluas kesempatan kerja dan mendorong pemerataan kesempatan berusaha.


Kementerian Pertanian RI tiada henti mengajak generasi milenial menggeluti pertanian melalui aneka kemudahan. Program teranyar adalah Petani Milenial Akses Kredit Usaha Rakyat (Tani AKUR). 


Kementan menjadikan KUR sebagai salah satu sumber pembiayaan bagi petani milenial dari perbankan penyalur KUR, untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional.


Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan selalu mendorong pelaku utama dan pelaku usaha pertanian memanfaatkan dan mengakses fasilitas KUR, terutama yang akan mengembangkan Siatem Pertanian Terpadu (Integrated Farming).

BACA JUGA:
Ekonomi Global Masih Suram, Jokowi Minta Jaga Stabilitas Politik


“Merujuk serapan KUR Pertanian tahun 2021, maka track record-nya terbilang cukup baik,” katanya.


Dari target Rp 70 triliun, katanya, ternyata yang terserap mencapai Rp 85,6 triliun atau 122 persen. KUR diharapkan dapat mendongkrak kinerja pertanian, khususnya tahun anggaran 2022, seiring upaya penguatan produksi pangan, nilai tambah, dan daya saing produk pertanian. 


“Kami selalu bersoal dengan anggaran, karena itu, harus bisa terakselerasi dengan daya produktivitas yang lebih baik melalui pemanfaatan kebijakan KUR yang digulirkan Presiden RI Joko Widodo bagi sektor pertanian,” kata Mentan Syahrul.


Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan untuk menjadi wirausahawan muda pertanian diperlukan ‘tiga senjata utama’ oleh smart people melalui pemanfaatan Smart Farming. 


“Pemanfaatan ini melalui benih berkualitas sehingga harus menjadi kebiasaan kita sebelum bertani, diawali penggunaan benih dan bibit berkualitas,” katanya saat membuka Webinar Millenial Agriculture Forum (MAF) Vol. 3 Edisi 41 yang dihadiri Kapusdik Kementan, Idha Widi Arsanti dan Kepala SMKPPN Sembawa, Yudi Astoni pada Sabtu (29/10).

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Serahkan DIPA 2023 ke Mentan SYL


Dedi Nursyamsi menambahkan, Smart Farming bisa dilakukan dengan pemanfaatan produk bioscience seperti varietas unggul baru (VUB), biofertilizer, agensia hayati dan lainnya untuk meningkatkan produktivitas. 


“Termasuk penggunaan alsintan untuk meningkatkan dan mempercepat produksi seraya menekan tingkat kehilangan hasil. (losses) apalagi jika terintegrasi internet of things (IoT) untuk menembus batas ruang dan waktu,” katanya.


Senjata ketiga adalah kebutuhan modal untuk sarana dan prasarana (Sarpras) pertanian dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disediakan negara, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia. 


Kepala SMKPPN Sembawa, Yudi Astoni menambahkan bahwa pemerintah saat ini sudah menyiapkan anggaran KUR sekitar Rp 50 triliun, yang dapat dimanfaatkan para petani dan penangkar.


 

0
senang
Senang
0
sedih
Sedih
0
marah
Marah
0
waduh
Waduh
0
sakit
Sakit
Lewat TaniAKUR, Kementan Tawarkan Solusi Cerdas Usaha Pertanian
Masuk Login

Log in or create an account now to take advantage of its privileges, and it's completely free!