Senin, 15/07/2024 - 12:25 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Ade Armando: Ganjar Diperintahkan PDIP Tolak Timnas Israel Agar Blunder

JAKARTA — Pegiat media sosial sekaligus dosen Universitas Indonesia (UI), Ade Armando membeberkan analisis dugaan Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo menolak kehadiran timnas Israel yang lolos Piala Dunia U-20 untuk bermain di Indonesia. Dia menduga penolakan Ganjar bukan berasa dari hati nuraninya, melainkan instruksi PDIP.

“Kalau dipikir-pikir tampaknya Ganjar bersikap seperti itu bukan karena dia mengikuti hati nuraninya. Saya rasa dan bahkan saya yakin Ganjar melakukan itu karena instruksi partai,” kata Ade ketika dikonfirmasi Republika.co.id di Jakarta, Kamis (30/3/2023).

Ade mengajak masyarakat mempertanyakan apa yang membuat Ganjar berkomentar hingga menolak kedatangan timnas Israel di Indonesia. Dia pun merasa ada keanehan pada sikap Ganjar. “Coba kita pikir, apa alasan dia berkomentar soal Piala Dunia U-20? Itu kan seperti tidak ada hujan dan tidak ada angin tiba-tiba saja Ganjar berbicara begitu,” ujarnya.

Ade selaku pendukung Ganjar menduga bahwa idolnya tersebut diperintahkan oleh PDIP untuk menolak kedatangan Israel karena kepentingan Pilpres 2024. Dia curiga, perintah partai tersebut sengaja hanya ditujukan kepada Ganjar.

 

“Dia mengucapkan penolakan itu setelah beberapa hari sebelumnya PDIP bersama PKS memboikot Israel dan saya duga ada pimpinan Partai PDIP yang memerintahkan Ganjar mengikuti garis partai, dan ini tidak diperintahkan kepada tokoh partai PDIP yang lain,” ungkap Ade dalam video berdurasi sembilan menit di channel Cokro TV.

Ade juga menyampaikan analisis alasan komentar Ganjar soal Piala Dunia U-20, yang sudah jelas bakal menyakiti pendukungnya sendiri. Menurut Ade, sikap Ganjar bukan dari pernyataan murni yang datang dari politikus PDIP itu setelah menilai kalkulasi untung rugi di partai.

Ade mengatakan, pimpinan PDIP sengaja menginstruksikan Ganjar mengeluarkan pernyataan itu dengan beberapa alasan. Pertama, bahwa Ganjar hendak diuji loyalitasnya kepada partai. Kedua, Ganjar memang dikorbankan partainya sendiri.

Alasan kedua merujuk pada elektabilitas Ganjar yang selalu tinggi hingga berpeluang untuk dicalonkan sebagai presiden 2024. Namun, elite partai banyak yang tidak berkenan Ganjar dicalonkan. Ada nama-nama lain yang disinyalir menginginkan maju capres 2024, seperti Puan Maharani.

“Sulit bagi PDIP menolak pencalonan Ganjar karena elektabilitasnya tinggi. Kemudian loyalitasnya terhadap partai dengan mengikuti instruksi sikap ke Israel akan dinilai A atau bahkan A plus. Rapornya biru,” kata Ade,

Menurut Ade, jika menolak instruksi tersebut, Ganjar akan mengalami kesulitan untuk memperoleh tiket dari elite PDIP. Dia menganggap, Ganjar sengaja dibuat melakukan blunder yang akan kontraproduktif bagi pencalonannya.

“Dengan kata lain memang diharapkan popularitasnya menurun tajam sesudah episode Israel ini. Bila itu terjadi menjadi lebih logis untuk memajukan namanya sebagai capres, sehingga akan muncul calon lain dari PDIP,” ujar Ade.

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memutuskan untuk mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Keputusan itu hanya berselang dua bulan sebelum gelaran itu diselenggarakan.

Sebelumnya ramai oleh politisi dan kepala daerah menolak kehadiran timnas Israel dalam bertanding ke Piala Dunia U-20. Penolakan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Bali I Wayan Koster, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dan Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan, termasuk eks Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang paling menjadi sorotan warganet.

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

وَرَبَطْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ إِذْ قَامُوا فَقَالُوا رَبُّنَا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَن نَّدْعُوَ مِن دُونِهِ إِلَٰهًا ۖ لَّقَدْ قُلْنَا إِذًا شَطَطًا الكهف [14] Listen
And We made firm their hearts when they stood up and said, "Our Lord is the Lord of the heavens and the earth. Never will we invoke besides Him any deity. We would have certainly spoken, then, an excessive transgression. Al-Kahf ( The Cave ) [14] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi