Harian Aceh Indonesia menampilkan berbagai iklan online kepada para pengunjung. Mohon dukungannya untuk membiarkan situs kami ini tetap menayangkan iklan dan dijadikan whitelist di ad blocker browser anda.
Sabtu, 23/09/2023 - 05:03 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ASIAINTERNASIONAL

Malaysia Dilanda Panic Buying Air Mineral, Ada Apa?

 KUALA LUMPUR — Beredar luas di media sosial yang menunjukan warga Malaysia memborong air mineral di toko dan supermarket. Fenomena ini terjadi akibat pengumuman gangguan pasokan air akibat  penurunan permukaan air yang tiba-tiba di Sungai Muda.

Pengumuman ini disampaikan oleh perusahaan milik negara yang bertanggung jawab atas pelayanan air minum di Penang Penang Water Supply Corporation (PBAPP) pada pekan lalu. Dalam pengumuman ini menyatakan, gangguan akan terjadi pada 14 Mei hingga 17 Mei.

Pasokan air dari Sungai Muda memang sangat mempengaruhi tingkat bendungan Penang. Saat aliran menurun, Bendungan Ayer Itam terisi 39,8 persen, Bendungan Teluk Bahang 46,2 persen, bahkan Bendungan Mengkuang yang lebih besar yang biasanya terisi lebih dari 90 persen, turun menjadi 88,2 persen.

Kepanikan tambah memuncak saat Ketua Menteri Chow Kon Yeow mengimbau warga Penang untuk menghemat air. Dia membawa rujukan kondisi Bendungan Ayer Itam yang hanya ada cukup air bagi penduduk setempat untuk bertahan 120 hari lagi.

 

Laporan media Malaysia Thestar pada 16 Mei menyatakan, setelah pengumuman itu, jutaan orang Penang dan Kedah menyerbu supermarket dan membersihkan rak botol air minum. Padahal, pasokan air minum telah pulih dalam waktu 24 jam.

Kapasitas Bendungan Ayer Itam bahkan telah tercatat mengalami kenaikan pasokan hingga 44 persen, Bendungan Mengkuang masih pada tingkat 88,2 persen, sedangkan Bendungan Teluk Bahang mencatat 47 persen pada pada Ahad (21/5/2023).

Selain itu, pernyataan Chow juga lebih menghimbau agar warga tidak melakukan pemborosan air dengan menggunakannya dalam menyirami taman atau tanaman. “Hindari menggunakan selang untuk mencuci mobil atau motor. Jangan biarkan keran Anda menyala,” katanya menghimbau pada pekan lalu.

Desakan ini pun kembali diulangi Chow dengan meminta penduduk Penang bergabung dalam upaya mencegah penurunan tingkat bendungan negara bagian. Dia meminta agar mengurangi konsumsi air rumah tangga sebesar 20 persen setiap hari.

Malaysia Tegaskan Dukungan Teguh Terhadap Palestina di Pertemuan OKI

Berdasarkan data konsumsi air PBAPP pada 2022, pengurangan konsumsi domestik sebesar 20 persen akan menghasilkan penghematan air sebesar 106,8 juta liter per hari (MLD). “106,8 MLD ini akan sangat membantu untuk memastikan kecukupan pasokan air di Penang hingga diperkirakan hujan lebat pada September 2023,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Ahad.

Israel Optimistis Bisa Wujudkan Normalisasi Diplomatik dengan Arab Saudi

Chow mengatakan pada 2022, data PBAPP menunjukkan orang Penang menggunakan 307 liter/kapita/hari (LCD) dibandingkan dengan rata-rata nasional 244 LCD pada 2020 dan statistik Singapura 158 LCD pada 2021. “Pada tahun 2022, konsumsi air domestik menyumbang sekitar 61,6 persen dari total konsumsi air di negara bagian,” katanya.

Menurut Chow, PBAPP mengidentifikasi dua alasan di balik rendahnya tingkat bendungan di Penang. Alasan pertama akibat rendahnya curah hujan di daerah tangkapan air bendungan sejak 1 Januari tahun ini. Meskipun telah mencoba operasi penyemaian awan sejak Mei 2023, level bendungan terus turun.

Alasan kedua adalah tingkat konsumsi yang tinggi dengan negara telah menetapkan rekor baru untuk konsumsi air sebesar 868 MLD. “Untuk tiga bulan pertama tahun ini bahkan lebih tinggi dengan rata-rata konsumsi sebesar 876 MLD,” katanya.

Pemerintah Penang telah menginstruksikan PBAPP untuk mempertahankan cadangan bendungan Air Itam dan Teluk Bahang dengan segala cara tahun ini. Perusahan diminta menerapkan langkah-langkah rekayasa pasokan air darurat.

Sumber: Republika

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi
Click to Hide Advanced Floating Content

Click to Hide Advanced Floating Content