Rabu, 01/05/2024 - 15:49 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ASIAINTERNASIONAL

Korsel Libatkan Pakar Perikanan dan Kelautan Pantau Pembuangan Limbah PLTN Fukushima

ADVERTISEMENTS

Korea Selatan (Korsel) sedang mengkaji pelibatan pakar perikanan dan kelautan untuk memantau proses pembuangan air limbah radioaktif PLTN Fukushima

ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Thantawi Ishak mantan Komisaris Utama Bank Aceh

SEOUL – Korea Selatan (Korsel) sedang mengkaji pelibatan pakar perikanan dan kelautan untuk memantau proses pembuangan air limbah radioaktif Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima ke laut. Sebelumnya Korsel sudah mengirim tiga pakar keselamatan nuklirnya ke Jepang untuk melakukan pemantauan.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA
ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah

Deputi I Kantor Kebijakan Pemerintah Korsel Park Ku-yeon mengungkapkan, tiga ahli dari Institut Keamanan Nuklir Korea (KINS) telah melakukan kunjungan ke Fukushima. Mereka memantau dan mengamati proses pembuangan air limbah PLTN Fukushima ke laut. “Para ahli mengadakan pertemuan dengan pejabat IAEA (Badan Energi Atom Internasional) secara teratur,” kata Park, Selasa (29/8/2023), dikutip laman kantor berita Korsel, Yonhap.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

Dia menambahkan, Korsel berencana mengirimkan tim pakar setiap dua pekan sekali untuk memantau proses awal pembuangan air limbah radioaktif PLTN Fukushima. Jepang sebelumnya telah menyetujui kunjungan rutin tim pakar dari Korsel ke kantor lapangan IAEA di Fukushima. Hal itu guna memberikan mereka akses untuk mengamati dari dekat pembuangan limbah radioaktif PLTN Fukushima.

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Gejolak Protes Pro-Palestina Dorong Kampus AS Batalkan Acara Wisuda

Park mengatakan, para ahli yang akan dikirim ke kantor IAEA di masa depan sebagian besar adalah pejabat KINS. Namun dia menambahkan para ahli di bidang produk perikanan atau sektor kelautan bisa juga dilibatkan.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Berbeda dengan sikap pemerintah, kubu oposisi Korsel sangat menentang langkah Jepang membuang air limbah PLTN Fukushima ke laut. Partai Demokrat Korsel sebagai bagian dari oposisi menjadi yang cukup vokal menyuarakan protes. Jepang pada akhirnya memilih jalur penjahat lingkungan hidup,” ujar Ketua Partai Demokrat Korsel Lee Jae-myung dalam pertemuan internal partainya pekan lalu.

Menurut Lee, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida akan tercatat dalam sejarah sebagai penjahat dan teroris lingkungan. Dia pun mengkritik pemerintahan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol karena tak berbuat apa pun untuk menghentikan keputusan Jepang membuang air limbah PLTN Fukushima ke laut. Lee menuduh Yoon telah menjadi kaki tangan Jepang. “Saya tidak percaya fakta bahwa tidak mengatakan sepatah kata pun mengenai masalah pembuangan air (limbah PLTN Fukushima) ini,” ujar Lee.

Berita Lainnya:
Usai Veto AS: Arab Tegaskan Dukungannya Rakyat Palestina

Dia mendesak pemerintahan Yoon untuk segera mengakhiri kebisuan dan bertindak. Lee mengusulkan agar Yoon menuntut kompensasi dari Jepang atas pembuangan air limbah PLTN Fukushima ke laut. Jepang telah memulai proses pembuangan air limbah radioaktif PLTN Fukushima ke Samudra Pasifik pada Kamis (24/8/2023) pekan lalu. Meski telah diizinkan IAEA, keputusan pembuangan itu telah memantik penentangan, terutama dari Cina.

IAEA mengungkapkan, mereka akan meluncurkan halaman web untuk menyediakan data langsung mengenai pembuangan air limbah radioaktif PLTN Fukushima. IAEA menegaskan, tim pakarnya akan hadir di lokasi selama proses pembuangan berlangsung.

Pembuangan limbah PLTN Fukushima sangat diperlukan dan tidak dapat ditunda….

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi