UPDATE

DUNIA
INTERNASIONALPALESTINA

Banda Aceh Chairman Red Cross, Achmad Haeqal Desak Israel dan Palestina Akhiri Peperangan

BANDA ACEH – Banda Aceh Chairman Red Cross, Achmad Haeqal Asri mendesak Israel dan Palestina untuk segera mengakhiri kekerasan yang membahayakan warga sipil.

“Kami mendesak para pihak untuk menghormati kewajiban mereka berdasarkan hukum humaniter internasional dan mengambil setiap langkah yang dapat ditempuh untuk mengakhiri bahaya bagi warga sipil di Palestina,” kata Banda Aceh Chairman Red Cross, Achmad Haeqal kepada HARIANACEH.co.id, di Banda Aceh (16/10/2023).

Haeqal mengatakan warga sipil kerap menanggung dampak terburuk akibat  kekerasan selama konflik.

Dia meminta semua pihak untuk menahan diri dan melindungi nyawa serta harta benda warga sipil.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh ini mengatakan Konvensi Jenewa melarang kedua belah pihak yang bertikai untuk membunuh warga sipil dan warga sipil harus diperlakukan secara baik, selain mengharuskan mereka yang terluka dan sakit untuk juga segera dirawat.

“Orang-orang yang ditahan harus diperlakukan secara manusiawi dan bermartabat. Penyanderaan dilarang berdasarkan hukum humaniter internasional dan sandera harus segera dibebaskan dengan selamat,” tambah Haeqal.

Haeqal juga mengatakan bahwa infrastruktur penting untuk hidup masyarakat, termasuk jaringan listrik dan air, tidak boleh menjadi sasaran serangan. Dari amatannya, terlihat banyak infrastruktur yang disebutkan tersebut hancur akibat serangan-serangan kedua belah pihak yang berperang.

Haeqal mendesak Palestina dan Israel memastikan warga sipil mendapatkan akses ke kebutuhan dasar, termasuk air bersih, makanan, dan perawatan medis.

Eskalasi Konflik Palestina-Israel

Sebelumnya telah disaksikan oleh seluruh masyarakat Dunia dari berbagai media mainstream dan media sosial, pengeboman besar-besaran oleh Israel telah menewaskan sedikitnya 1.350 orang dan melukai lebih dari 6.000 orang. Aksi penyerangan Israel ini mendapatkan kecaman keras dari berbagai pihak Internasional.

“Perserikatan Bangsa-Bangsa selalu mengalami kelumpuhan yang timbul secara mendadak ketika berhadapan dengan kejahatan Israel terhadap Palestina. Padahal, Israel negara penjajah telah melakukan kejahatan luar biasa dengan menyerang Palestina tanpa membedakan antara tentara dengan warga sipil termasuk perempuan serta anak-anak. Sudah dipastikan penyerangan terhadap warga sipil Palestina telah melanggar International Bill of Human Right.  Jika PBB tidak bisa menghentikan Israel, negara-negara di dunia harus bersatu untuk menghentikan penyerangan Israel tanpa harus melibatkan PBB,” kata salah satu netizen di platform X (Twitter) yang dikutip HARIANACEH.co.id, Senin (16/10/2023).

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.