“Hingga saat ini terdapat lebih dari 300 LoI.
Sekitar 40 persen investor asing, dan mayoritas investor domestik.
Jadi, minat investor domestik sangat tinggi,” ujar Agung saat dikonfirmasi pada Jumat (17/11/2023).
“Minat investor asing juga tinggi, namun tidak secepat para investor domestik dalam mengambil keputusan,” lanjutnya.
Agung menjelaskan, investor domestik lebih cepat dalam memahami situasi, menghitung resiko maupun profit dan proses bisnis.
Sehingga, lebih cepat masuk dan mengambil keputusan.
“Kami juga jadinya mengutamakan para investor pelopor ini karena lebih berani mengambil keputusan.
Dan pastinya, sangat wajar bahwa IKN Indonesia dibangun oleh para investor pelopor dari Indonesia,” jelas Agung.
Menurutnya, belum adanya investasi asing tidak terkait dengan adanya kendala.
Hanya saja, lanjut Agung lebih kepada kecepatan dalam mengambil sikap.
“Jadi bukan soal kendala, tapi lebih soal yang ‘sat set’ saja yang mana.
Merekanya yang harus sat set. Otorita IKN tetap terus menjalankan sesuai prosedur, termasuk dalam pemilihan investor sesuai sektor yang menjadi prioritas kebutuhan kita,” paparnya. (*)































































































