Selasa, 30/04/2024 - 02:20 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Sering Santap Makanan dan Minuman Manis Saat Buka Puasa, Waspadai Dampaknya

ADVERTISEMENTS

JAKARTA — Makanan dan minuman manis sering kali disajikan sebagai menu berbuka puasa. Meski dapat mengembalikan energi setelah seharian berpuasa, asupan gula yang berlebih juga bisa membawa dampak negatif bagi kesehatan.

ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Thantawi Ishak mantan Komisaris Utama Bank Aceh

“Banyak orang mengetahui bahwa gula adalah musuh bagi kesehatan masyarakat, tetapi ironisnya mereka kerap melupakan hal ini ketika Ramadhan,” ungkap coach Muslimah, Sylvie Eberena, seperti dilansir Live Healthy Mag pada Kamis (28/3/2024).

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA
ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah

Hal ini tercermin dari banyaknya makanan dan minuman manis yang dihidangkan sebagai menu berbuka puasa. Tak jarang, menu-menu berbuka puasa ini memuat kandungan gula yang sangat tinggi.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

“Peningkatan konsumsi gula merupakan salah satu alasan utama yang membuat banyak orang merasa sulit berpuasa,” ujar Eberena.

ADVERTISEMENTS

 

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Alasannya, konsumsi gula yang berlebih bisa meningkatkan rasa lapar, keinginan untuk makan, serta keluhan lelah. Tak hanya itu, asupan gula yang tinggi juga bisa melemahkan sistem imun, menurunkan kapasitas tubuh untuk memulihkan diri, hingga mengganggu tidur.

Tak hanya saat berbuka puasa, Eberena juga menekankan pentingnya menghindari asupan gula berlebih saat sahur. Menurut Eberena, konsumsi gula berlebih ketika sahur dapat memicu lonjakan insulin yang kemudian diikuti dengan kondisi hipoglikemia atau kadar gula darah yang rendah.

Berita Lainnya:
Jakarta Macet Parah di Akhir Ramadhan, Polisi: Fenomena Tahunan

“Kondisi ini dapat membuat kalian merasa lemas, lapar, serta kurang produktif,” kata Eberena.

Hal serupa juga diungkapkan oleh ahli gizi dr Maisa Mahmood Al Sarmi dari Al Hayat International Hospital. Dr Al Sarmi menekankan pentingnya penerapan pola makan yang sehat serta kontrol porsi makan selama menjalani puasa Ramadhan.

Namun yang tak kalah penting, kata dr Al Sarmi, adalah pemilihan jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi selama berpuasa Ramadhan. Makanan dan minuman yang dikonsumsi selama berpuasa Ramadhan seharusnya bisa menghidrasi dan menutrisi tubuh dengan baik.

“Intinya adalah tentang mengonsumsi semua kelompok makanan, seperti karbohidrat kompleks, protein, dan lemak sehat,” ujar Al Sarmi, seperti dilansir Times of Oman.

Sering kali orang merasa bahwa mereka bisa makan lebih banyak setelah berpuasa seharian. Padahal, makan berlebih saat berbuka puasa bisa memicu timbulnya masalah pencernaan dan reflux. Asupan gula yang berlebih saat Ramadhan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya peningkatan kadar gula darah hingga obesitas.

Meski begitu, bukan berarti Muslim dan Muslimah harus benar-benar menjauhi gula ketika berpuasa Ramadhan. Dr Al Sarmi mengatakan makanan atau minuman manis bisa dikonsumsi dalam porsi yang dibatasi. Misalnya, makanan dan minuman manis hanya dinikmati saat berbuka puasa pada akhir pekan.

Berita Lainnya:
Kenali Gejala Flu Singapura, Tata Laksana, dan Pencegahannya

Alternatif lainnya, Muslim dan Muslimah bisa mendapatkan asupan makanan dan minuman yang manis dari sumber yang alami. Sebagai contoh, melalui buah-buahan dan infused water.

Saran serupa juga diberikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Untuk membatasi asupan gula berlebih, berikut ini adalah beberapa rekomendasi dari WHO:

1. Mengganti sajian minuman manis bergula dengan air dingin yang dicampur potongan buah segar, seperti semangka, melon, kurma, atau buah-buah lainnya.

2. Membatasi konsumsi biskuit, kue, cokelat, permen, pastry, hingga camilan bergula.

3. Mengganti hidangan takjil atau cemilan bergula dengan buah dan sayuran segar. Upayakan mengonsumsi lima porsi buah dan sayur setiap hari selama berpuasa.

4. Hindari meminum minuman bersoda atau minuman kemasan bergula, termasuk jus buah kemasan. Air putih atau susu tawar dapat menjadi alternatif yang lebih baik.

5. Hindari atau kurangi penambahan gula pada teh dan kopi.

Untuk orang dewasa, WHO merekomendasikan agar gula tak dikonsumsi lebih dari 12 sendok teh per hari. Sebagai perbandingan, satu kaleng minuman soda bisa memuat gula hingga 40 gram atau sekitar 10 sendok teh. 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi