BANDA ACEH – Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh menyoroti pentingnya pengelolaan perikanan karang dan demersal berkelanjutan di perairan Selat Benggala.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Aliman, S.Pi.,M.Si. , pada Kamis, (31/07/2025), dalam sebuah pemaparan mengenai monev pengelolaan perikanan tersebut.
Aliman menjelaskan bahwa pengelolaan perikanan berkelanjutan mencakup beberapa aspek krusial, yaitu sosial ekonomi nelayan, kondisi sumber daya ikan dan kawasan konservasi, perizinan dan pengawasan, serta peran kelembagaan Panglima Laot dan kelembagaan pengelola perikanan karang dan demersal.
Tujuan utama pengelolaan ini adalah untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya ikan dan habitatnya secara berkelanjutan, meningkatkan manfaat ekonomi dari perikanan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat, serta meningkatkan partisipasi aktif dan kepatuhan pemangku kepentingan dalam mewujudkan pengelolaan perikanan yang bertanggung jawab.
Namun, tantangan besar masih membayangi. Berdasarkan data tahun 2019-2023, tiga spesies ikan karang dan demersal di Selat Benggala berstatus over exploited akibat tingginya intensitas penangkapan dan praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan (destructive fishing).
Lebih lanjut, Aliman merinci tantangan pengelolaan perikanan di perairan Selat Benggala meliputi pemahaman akan pentingnya kawasan konservasi, isu perlindungan dan kesejahteraan nelayan kecil (Nilai Tukar Nelayan), menurunnya angka produksi, penangkapan ikan berukuran kecil (juvenile), serta penangkapan merusak menggunakan bahan peledak dan beracun.
Selain itu, adaptasi kebijakan pemerintah pusat oleh unit perikanan di daerah yang kurang responsif dan implementasi rencana pengelolaan perikanan yang belum optimal juga menjadi perhatian. Penyelarasan kebijakan dan tata kelola terkait pengelolaan perikanan antara pemerintah pusat dan unit pemerintah daerah juga menjadi poin penting yang perlu dibenahi.
Kegiatan ini dihadiri oleh beragam peserta utama, di antaranya Kepala Dinas dari berbagai instansi pemerintah terkait seperti Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Aceh (DPMPTSP), Kadis DKP Aceh Besar dan Banda Aceh, Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo, dan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu (BKIPM) Blang Bintang, Aceh.
Turut hadir pula akademisi dan peneliti dari universitas terkemuka seperti Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Teuku Umar (UTU), dan Universitas Abulyatama, BRIN, termasuk dekan dan profesor yang mengkhususkan diri di bidang perikanan.
Perwakilan dari organisasi non-pemerintah, mitra NGO/LSM, serta pemimpin masyarakat lokal seperti Panglima Laot dari berbagai daerah, serta individu dan pakar di sektor perikanan, termasuk mereka yang terlibat dalam perikanan tangkap, budidaya, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler