Dengan demikian kita dapat mengambil kesimpulan bahwa sejarah Mesir kuno itu hanya kisah penderitaan. Di antaranya:
- Amosis misalnya menderita rematik dan karena mengidap penyakit keturunan darah yang tidak dapat membeku, tidak dikhitan. Thutmosis I pinggulnya patah dan Amenhotep II leher, pundak dan tubuhnya penuh benjol-benjol.
- Gigi yang bentuknya tak keruan adalah ciri khas Nefertari, saudara dan istri Amosis. Kepalanya yang setengah botak dapat ditutupi dengan rambut palsu.
- Amenhotep IV seksuil kurang berkembang dan orangnya masih muda tetapi gendut. Dia menikah dengan saudara misannya Nofretete dan di bawah nama Echnaton atau Akhenaten lebih terkenal sebagai orang yang banyak berbakti untuk agama.
- Akibat lumpuh kanak-kanak kaki firaun Spitah kecil satu. Hal ini terbukti dari foto-foto rontgen. Demikian pula bahwa Amenhotep III meninggal karena cacar dan bahwa dia menderita hernia. Akhirnya Amenhotep III dirundung demikian banyak penyakit sehingga tak mengherankan bahwa raja Tuschratta dari Babilon mengirim patung dewa kesehatan pada rekannya.
Isinya Bukan Bayi
Ketika menyelidiki para mumi dengan sinar X para ahli juga menemukan barang-barang yang dibawakan untuk dunia lain, yang tidak ditemukan oleh pencoleng-pencoleng makam dan juga penggali ahli lain.
Amenhotep I, yang makamnya sudah diusik 3000 tahun yl, kini masih mengenakan jimat pada tangan kanannya dan kalung mutiara melilit pinggulnya.
Pada kepala rumah tangga istana dan Yuya, ayah ratu, di bawah pembalut mayat juga ditemukan lempengan emas untuk menutupi irisan perut dari mana isi perut dikeluarkan.
Dan foto rontgen Ratu Nodame juga menunjukkan dengan jelas mata buatan mumi di samping patung kayu binatang selain otak yang diawetkan dan empat patung penjaga di rongga dada.
Yang membingungkan adalah penemuan dalam mummie Thutmosis I. Firaun ini menurut kronologi memerintah 10 tahun dan meninggal kira-kira umur 50 tahun.
Namun menurut sinar X bentuk tulang belulangnya seperti pria tidak lebih dari umur 20 tahun waktu meninggal. Bahkan mungkin 18 tahun.
Ada dua kemungkinan: mumi itu tertukar dengan mumi salah seorang pendeta, atau penulisan sejarah yang tidak tepat.
Di zaman itu sering terjadi bahwa mumi raja yang dirampok sering dibalut kembali mayatnya, lalu disembunyikan.
Kemungkinan lain adalah bahwa Thutmosis I menderita kelainan perkembangan sehingga pertumbuhan tulang belulangnya tidak normal.
Pendeta wanita Makare sebagai istri dari dewa Amon dari Karnak memegang titel tertinggi untuk wanita dalam hierarki keagamaan.

























































































































