Ustadz Abdul Somad pun berpesa kepada anak-anak muda untuk memiliki prinsip dalam hidup.
Daftar Isi
Sehingga tidak kembali terulang peristiwa berdarah yang terjadi di UIN Suska Riau.
“Jangan katakan, ‘Engkaulah satu-satunya harapanku’. Tapi katakanlah، ‘Kalau kau mau, ku pinang kau dengan bismillah. Kalau kau tak mau, bunga bukan setangkai, kumbang bukan seekor, patah tumbuh hilang berganti, hilang satu tumbuh seribu’,” pesan Ustadz Abdul Somad.
“Ku nyatakan begitu, supaya anak muda kita tegar, jangan melo, jangan mudah patah hati,” jelasnya.
Berangkat dari peristiwa yang terjadi, Ustadz Abdul Somad menghubungi keponakan perempuan yang kini tengah berada di Kairo Mesir.
Ustadz Abdul Somad mengingatkan agar sang keponakan fokus belajar dan tidak memiliki hubungan dengan pria.
Apabila ada yang serius mendekat, dirinya berpesan kepada sang keponakan untuk meminta sang pria bertemu dengannya.
“WA ku ke ponakanku di Cairo, ‘Aku tak mau kau ado hubungan samo laki-laki. Kalau ado yang mendokati, jangan cakap kasar. Sampaikan elok-elok, aku tak mau main-main. Kalau serius, kau mengadap ke Uas’,” ungkap Ustadz Abdul Somad.
“Nasihat, doa dan tawakkal. Semoga Allah jaga anak-anak bangsa. Amin,” tutupnya.
Kronologi Kejadian
Dikutip dari Kompas.com, Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau di Pekanbaru, gempar, Kamis (26/2/2026) pagi.
Hal ini disebabkan kejadian seorang mahasiswi bernama FAP (23) dibacok oleh mahasiswa bernama RM (21).
Korban dan pelaku sama-sama mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum.
Pukul 07.00 WIB, korban sudah berada di ruangan seminar proposal di lantai dua Kampus Ilmu Hukum. Korban duduk seorang diri.
Pukul 07.30 WIB, tiba-tiba RM datang dan masuk ke ruang menemui korban. Pelaku mengeluarkan sebilah kampak, lalu membacok tangan kiri dan kepala korban.
Dalam kondisi berlumuran darah, korban berusaha lari keluar ruangan. Namun, pelaku mengejarnya. Dengan posisi telentang di lantai, korban berusaha menahan kampak yang dipegang pelaku dengan kedua tangannya. Situasi mencekam. Mahasiswa yang ada di lokasi kejadian histeris melihat pelaku masih memegang kampak di samping korban.
Mahasiswa meneriaki pelaku supaya berhenti menganiaya korban. Pelaku akhirnya menghentikan aksinya dan diamankan petugas sekuriti. Sebagian sekuriti bergegas menyelamatkan korban. Tak lama kemudian, anggota Polsek Bina Widya datang ke lokasi kejadian perkara (TKP). Petugas kepolisian dan sekuriti kampus membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara. Sementara pelaku digelandang ke Mapolsek Bina Widya untuk diproses hukum.
Motif Penyerangan
Motif penganiayaan ini dipicu asmara. Pelaku sakit hati karena korban ingin memutuskan hubungan. “Pelaku merasa sakit hati karena korban mau memutuskan hubungan pacaran karena sudah punya pacar,” ungkap Kapolsek Bina Widya, Kompol Nusirwan, kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis.































































































Beri Komentar