UPDATE

HIBURAN
HIBURAN

Ustadz Abdul Somad Soroti Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau, Ini Pesannya untuk Sang Keponakan

Dia mengatakan, pelaku sudah merencanakan aksi kejahatannya. Pelaku berangkat dari rumahnya di Bangkinang, Kabupaten Kampar, membawa sebilah kampak dan sebilah parang, dimasukkan dalam tas. “Pelaku sudah menyiapkan senjata tajam, berniat membunuh korban,” kata Nusirwan.

Penyidik Unit Reskrim Polsek Bina Widya, kata dia, saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. “Pelaku dilakukan pemeriksaan dan pendalaman,” kata Nusirwan.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Pelaku dijerat dengan Pasal 469 UU Nomor 1 Tahun 2023 KUHPidana. Ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Pelaku Dipecat dari Kampus

Kasus pembacokan yang dilakukan seorang mahasiswa terhadap mahasiswi di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau mencoreng nama baik institusi pendidikan tersebut.

Pelaku yang diketahui bernama Rayhan Muffazar (21) nekat menyerang korban, Farradhila Ayu Pramesti (23), menggunakan kapak.

Aksi brutal ini dilakukan pelaku di lantai dua gedung Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum.

Keduanya merupakan mahasiswa aktif di jurusan Ilmu Hukum kampus tersebut. Tindakan kriminal ini pun memicu kemarahan besar dari pihak rektorat.

Rektor UIN Suska Riau, Leny Nofianti, turut mengecam aksi kekerasan tersebut dan menegaskan tidak ada ruang bagi pelanggar hukum di lingkungan kampus.

“Kasus ini kami serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum, untuk diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia,” kata Leny.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Harris, mengecam keras tindakan kriminal tersebut. “Kami sangat mengecam tindakan kriminal di kampus UIN Suska Riau,” ucap Harris dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (27/2/2026).

Kondisi Korban

Harris menjelaskan bahwa korban telah mendapatkan penanganan medis secara cepat sesaat setelah kejadian. Pihak kampus terus memantau perkembangan kesehatan mahasiswi tersebut.

“Alhamdulillah, saat ini korban dalam keadaan sadar. Secara bertahap menunjukkan perkembangan yang stabil,” sebutnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihak universitas memberikan dukungan penuh serta empati kepada korban. Prioritas utama saat ini adalah memastikan proses pemulihan kesehatan berjalan optimal tanpa membebani masalah akademik. “Universitas akan menyesuaikan seluruh keperluan administrasi dan akademik, agar tidak membebani yang bersangkutan selama masa pemulihan,” kata Harris.

image_print

1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.