BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf melantik dr. Muhazar sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Jumat (27/2/2026) malam. Pelantikan tersebut merupakan bagian dari pengukuhan 25 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh.
Penunjukan dr. Muhazar dinilai sebagai langkah strategis Pemerintah Aceh untuk memperkuat pembenahan layanan kesehatan di rumah sakit rujukan utama provinsi tersebut. Kepemimpinan baru diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu pelayanan, tata kelola manajemen yang lebih efektif, serta sistem pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien.
Bagi kalangan internal, dr. Muhazar bukan figur baru di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin. Ia pernah mengemban amanah sebagai Wakil Direktur dan terlibat dalam sejumlah kebijakan penting, baik di bidang pelayanan medis maupun manajemen rumah sakit. Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam menghadapi tantangan layanan kesehatan yang semakin kompleks.
RSUDZA sebagai rumah sakit rujukan provinsi menghadapi tuntutan peningkatan kualitas layanan, efisiensi anggaran, hingga penguatan sistem rujukan regional. Dalam konteks itu, kepemimpinan yang memahami dinamika internal dan eksternal dinilai krusial agar transformasi berjalan efektif dan berkelanjutan.
Kepercayaan yang diberikan gubernur juga dipandang sebagai bentuk pengakuan atas kapasitas dan kepemimpinan dr. Muhazar selama bertugas. Ia dikenal mampu menjalin komunikasi lintas profesi serta menjaga koordinasi di tengah dinamika organisasi yang terus berkembang.
Masyarakat pun menaruh harapan agar kepemimpinan baru membawa perbaikan nyata dalam layanan kesehatan publik, termasuk peningkatan kecepatan pelayanan, transparansi, dan pendekatan yang lebih humanis. Dengan amanah tersebut, RSUDZA diharapkan semakin responsif dan adaptif terhadap kebutuhan kesehatan warga Aceh.





























































































