ADVERTISMENT
DUNIA
INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Israel Merengek ke PBB, Iran Tak Peduli

0leh:Rosadi Jamani

   

ANEH juga sikap Israel. Setelah membunuh ribuan warga Iran, sekarang malah playing victim. Minta PBB mengukum berat Iran setelah membom Tel Aviv. Mungkin Iran tersenyum dengan sikap kekanak-kanakan Israel. 

Langit Timur Tengah kini bukan lagi biru, lebih mirip layar IMAX penuh ledakan, asap, dan soundtrack rudal. Di tengah panggung apokaliptik itu, muncul satu tokoh dengan aura sinetron tingkat dewa, Itamar Ben-Gvir, Menteri Keamanan Israel. Berdiri gagah di reruntuhan Arad, ia menunjuk langit seperti sedang mengutuk takdir, lalu berteriak ke PBB. 

“Hukum Iran! Sanksi berat! Dunia jangan diam!”

Ungkapan itu kalau dibaca budak Pontianak akan bilang, “Raselah…!” Atau, “Sokooor..!” kata orang Betawi.

Kalimat itu meluncur dengan dramatis, penuh getaran emosi, seolah dunia baru saja menemukan konsep bernama “perang”. Padahal kalau sejarah tidak dihapus seperti chat mantan, kita tahu, ini bukan bab pertama.

Berita Lainnya:
Free Unlimited Face Swap Video with Deepfake Maker: The Ultimate Guide

Mari kita rewind, 28 Februari 2026. Saat duet maut Amerika Serikat dan Israel membuka “festival kehancuran” di Iran. Targetnya bukan kaleng-kaleng. Supreme Leader Ali Khamenei syahid, pejabat tinggi ikut tumbang, fasilitas nuklir dan militer dihancurkan, bahkan sekolah dan rumah sakit ikut jadi korban.

Ribuan warga sipil Iran berguguran. Tapi entah bagaimana, narasi global tetap sama. Yang menyerang duluan, sekarang paling kencang teriak “kami korban”.

Iran? Jangan kira mereka figuran. Mereka balas dengan rudal dan drone seperti hujan meteor edisi kiamat. Israel, pangkalan AS, sampai negara Teluk kena cipratan. Tanggal 22 Maret 2026, Arad dihantam. Lebih dari 100 warga sipil Israel terluka.

Lalu… panggung kembali milik Itamar Ben-Gvir. Kali ini bukan sebagai politisi garis keras, tapi aktivis kemanusiaan full paket, lengkap dengan nada getir dan tuntutan sanksi.

Berita Lainnya:
Tel Aviv Blackout: Serangan Rudal Iran Membakar Langit Israel

Nah, di sinilah plot twist yang bikin dahi berkerut sambil ketawa pahit. Israel minta PBB menghukum berat Iran. Seolah-olah sanksi itu tombol sakti yang baru ditemukan kemarin sore.

Padahal Iran? Mereka sudah hidup dalam mode “embargo hardcore” sejak puluhan tahun lalu. Sejak 1979, sanksi datang silih berganti dari Amerika Serikat, PBB, hingga Uni Eropa, mulai dari larangan perdagangan, pembatasan minyak, sampai pembekuan aset. 

Ekonom bahkan mencatat, sanksi ini bikin ekonomi Iran terpukul berat. Inflasi melonjak, mata uang rontok, investasi kabur. Tapi lucunya, negara itu tetap bertahan, seperti karakter game yang sudah kebal damage. 

Ketika ada yang bilang, “Ayo kita sanksi Iran!”, reaksinya mungkin bukan takut, tapi lebih ke, “Lah, nambah lagi?”

image_print
1 2
Logo
Suara Netizen
Memuat konten netizen...
ADVERTISMENT
Update Terbaru
ADVERTISMENT
Orinews Logo
Update Terbaru
Memuat Artikel...
MEMUAT BERITA...
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Reaksi

Berita Lainnya