UPDATE

Salam.life
DUNIA
INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Israel Merengek ke PBB, Iran Tak Peduli

Ini seperti nyuruh Rismon melakukan penelitian lagi, ups.

Masuk ke panggung berikutnya. Dewan Keamanan PBB, tempat yang katanya penjaga perdamaian dunia, tapi lebih mirip ruang VIP geopolitik. Resolusi 2817 (2026) lahir, mengecam Iran, didukung 135 negara. Tepuk tangan. Standing ovation.

Tapi ketika giliran resolusi yang mengecam AS-Israel diajukan? Langsung tamat oleh veto Amerika Serikat. Satu tombol, satu klik, keadilan global langsung buffering tanpa sinyal.

Di titik ini, teori konspirasi mulai terasa seperti laporan tahunan. Apakah konflik ini benar-benar ingin diselesaikan? Atau justru dipelihara, agar industri senjata tetap hidup, harga minyak tetap liar, dan elite global tetap punya alasan untuk terus “bermain”?

Berita terbaru menyebut perang ini sudah mengguncang ekonomi dunia, harga minyak melonjak, risiko resesi global mengintai. Tapi panggung tetap berjalan.

Sekjen António Guterres tampil, membaca naskah diplomasi. Kecam semua pihak, ajak damai, minta dialog. Indah. Menenangkan. Lalu… tidak mengubah arah rudal sedikit pun.

Hukum internasional itu seperti payung. Hanya terbuka untuk yang punya kuasa, dan tertutup untuk yang kehujanan.

Itamar Ben-Gvir teriak minta sanksi. Iran santai seperti veteran yang sudah kebal embargo. PBB tetap duduk, mencatat, dan mungkin… menunggu sponsor berikutnya.

Karena ini bukan lagi perang. Ini industri.

Kita, penikmat Koptagul? Penonton yang mulai sadar, ini bukan drama yang gagal selesai. Ini drama yang memang sengaja tidak pernah diakhiri.

(Ketua Satupena Kalbar)

image_print
1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.