UPDATE

NASIONAL

Mantan Danjen Kopassus: Jokowi dan Gibran Punya Konspirasi Busuk

BANDA ACEH – Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko melontarkan pernyataan keras mengenai kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia bahkan menyebut keduanya sebagai bagian dari apa yang ia istilahkan sebagai konspirasi busuk terhadap bangsa Indonesia.Pernyataan tersebut disampaikan Soenarko dalam podcast Forum Keadilan bertajuk Madilog, Jumat (6/11/2026). Dalam perbincangan bersama Darmawan Supriyossa, Soenarko mengungkapkan penilaiannya terhadap Jokowi berdasarkan pengalaman dan pandangannya selama puluhan tahun berdinas di lingkungan militer.

Ketika Darmawan menanyakan apakah perkembangan persoalan Politik yang dibahas dalam forum tersebut menjadi bahan bakar baru bagi pihak-pihak yang selama ini kritis terhadap Jokowi, Soenarko mengatakan bahwa penilaiannya terhadap mantan presiden itu sudah terbentuk jauh sebelum adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kalau kita, saya bilang sebelum ada MK memang kita sudah yakin Jokowi ini manusia tampilannya enggak pantas jadi ketua RT kok,” ujar Soenarko.

Ia kemudian membawa pengalamannya selama lebih dari 30 tahun berdinas di TNI untuk menjelaskan bagaimana seorang prajurit menilai kualitas kepemimpinan.

Menurut Soenarko, pengalaman panjang di dunia militer membuat seseorang memahami betapa pentingnya integritas, kejujuran, dan keteladanan seorang pemimpin.

“TNI yang dinas di tentara di atas 30 tahun yang merasakan bagaimana kalau punya pemimpin dongok mentalitasnya penipu, pembohong, tidak senonoh,” katanya.

Soenarko juga menyinggung prinsip kehidupan prajurit mengenai pentingnya keberadaan seseorang memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya.

“Kita di tentara selalu katakan, kau jangan jadi orang yang ada dan tidak ada sama saja pengaruhnya kepada lingkungan. Hina banget kau itu,” lanjutnya.

Pembicaraan kemudian mengarah kepada posisi Gibran sebagai Wakil Presiden. Darmawan mempertanyakan apakah Soenarko meyakini Gibran tidak akan mengundurkan diri karena Jokowi juga tidak akan mengizinkannya.

Soenarko menjawab tegas bahwa dirinya tidak yakin Gibran akan mundur.

Bahkan, ia melontarkan tudingan serius mengenai dugaan adanya dendam terhadap bangsa Indonesia. Ia mengaitkan tudingan tersebut dengan narasi mengenai keturunan PKI dan sejarah penderitaan kelompok yang dikaitkan dengan PKI setelah peristiwa 1965.

“Dia punya dendam sama bangsa ini. Kenapa? Dia diduga dan punya catatan kalau ini turunan PKI,” ujar Soenarko.

Pernyataan tersebut merupakan tudingan dan pandangan pribadi Soenarko. Tidak disertai bukti yang dipaparkan dalam kutipan percakapan podcast tersebut. Karena itu, tudingan mengenai latar belakang keluarga maupun dugaan dendam politik tersebut perlu diuji dan tidak dapat diperlakukan sebagai fakta.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.