ADVERTISMENT
DUNIA
INTERNASIONALASIA

Rumah PM Sri Lanka Mahinda Rajapaksa Dilaporkan Dibakar Meski Sudah Mundur

BANDA ACEH – Perdana Menteri Sri Lanka Mahinda Rajapaksa mengundurkan diri beberapa jam setelah terjadi bentrokan di jalan-jalan di kota Colombo ketika pendukung partai pemerintah menyerang kamp anti pemerintah.

Pengunduran diri PM Rajapaksa dilakukan untuk membuka jalan bagi pembentukan pemerintahan baru demi menyelesaikan krisis ekonomi terburuk yang dialami negeri tersebut.

Namun, para pengunjuk rasa menuntut Presiden Gotabaya Rajapaksa yang adalah adik dari Mahinda Rajapaksa untuk mengundurkan diri juga.

Rekaman yang beredar dari media lokal menunjukkan rumah warisan milik keluarga Rajapaksa yang terletak di kota Hambantota di bagian selatan negara tersebut, terbakar.

Laporan adanya serangan terhadap rumah dan kantor politisi lain juga terjadi.

Keterangan dari sumber kepolisian kepada kantor berita Reuters menyebut, anggota parlemen dari partai pemerintah Amarakeerthi Athukorala meninggal setelah bentrokan dengan pengunjuk rasa anti pemerintah di kota Nittambuwa, tidak jauh dari ibu kota Colombo.

Berita Lainnya:
Kaget dengan Balasan Iran, Donald Trump Dilaporkan Minta Berhenti Perang

Menurut sumber tersebut, sedikitnya tiga orang mengalami luka-luka dan keadaan masih tegang di kawasan tersebut dengan belasan pengunjuk rasa masih berada di sana.

Jam malam secara nasional sudah diberlakukan di Sri Lanka, selain juga keadaan darurat yang diumumkan oleh Presiden Gotabaya  Rajapaksa minggu lalu di tengah meningkatnya gelombang protes di sana.

Negara kepulauan dengan penduduk 22 juta jiwa tersebut sedang mengalami krisis ekonomi parah dengan pemadaman listrik yang berkepanjangan, dan juga kurangnya bahan kebutuhan pokok seperti BBM, minyak goreng dan obat-obatan.

Sementara itu, cadangan mata uang asing yang bisa digunakan pemerintah Sri Lanka sekarang hanya tinggal $50 juta (sekitar Rp750 miliar).

Berita Lainnya:
Daftar Negara yang Terancam Bangkrut Akibat Perang Iran

Selama beberapa pekan terakhir, warga Sri Lanka sudah turun ke jalan untuk berunjuk rasa yang sebagian besar bersifat damai, menuntut PM  Mahinda Rajapaksa dan Presiden Gotabaya Rajapaksa mundur,

Warga merayakan mundurnya PM Rajapaksa

Dalam surat pengunduran diri, PM Mahinda Rajapaksa mengatakan bahwa dia mundur untuk membantu pembentukan pemerintahan sementara yang bersatu.

“Pihak-pihak yang berkepentingan sudah mengatakan bahwa solusi terbaik bagi krisis saat ini adalah pembentukan pemerintahan sementara yang berasal dari semua partai yang ada,” bunyi surat tersebut.

“Karenanya saya meminta pengunduran diri, sehingga langkah berikutnya bisa diambil sesuai dengan konstitusi.”

Juru bicara pemerintah Nalaka Godahewa mengatakan seluruh anggota kabinet juga mengundurkan diri.

image_print
1 2 3
Logo
Suara Netizen
Memuat konten netizen...
ADVERTISMENT
Update Terbaru
ADVERTISMENT
Orinews Logo
Update Terbaru
Memuat Artikel...
MEMUAT BERITA...

Reaksi

Berita Lainnya