UPDATE

ASIAINTERNASIONAL

Rumah PM Sri Lanka Mahinda Rajapaksa Dilaporkan Dibakar Meski Sudah Mundur

“Sekarang Presiden akan mengundang partai politik untuk membantu pemerintahan persatuan nasional,” katanya kepada Reuters.

“Presiden akan bertemu dengan partai politik opososi, independen dan kami berharap pemerintahan baru akan terbentuk dalam beberapa hari mendatang.”

A Sri Lankan man reacts to tear gas as he walks past a fireImage: Pihak berwenang sudah mengerahkan militer bersenjata lengkap turun ke jalan-jalan di Colombo. AP

Di jalan-jalan di kota Colombo suasana masih tegang namun ada ungkapan kegembiraan saat mobil yang membawa bendera nasional sambil membunyikan klakson melalui garis pantai kota tersebut melintas.

Di luar kediaman Perdana Menteri, Osha De Silva adalah salah satu pengunjuk rasa dari ratusan orang yang merayakan pengunduran diri perdana menteri namun perempuan tersebut juga menginginkan Presiden Gotabaya juga mundur.

“Rezim Rajapaksa penuh dengan korupsi,” katanya sambil memegang bendera nasional dengan kedua tangannya.

‘Gota pulanglah’: presiden didesak mundur

Pengunduran diri PM terjadi di hari yang penuh keributan dan kekerasan, saat pendukung dan mereka yang anti pemerintah bentrok untuk pertama kalinya sejak gelombang unjuk rasa dimulai di akhir Maret lalu.

Menurut saksi mata kepada Reuters, beberapa orang membajak sebuah bis yang digunakan untuk membawa pendukung pemerintah, dan merupakan salah satu dari beberapa insiden yang dilaporkan terjadi di Colombo.

Media melaporkan bahwa pendukung pemerintah mendapat serangan sedikitnya di empat lokasi di saat mereka kembali dari Colombo.

Menurut polisi, rumah dari sedikitnya dua wali kota juga dibakar oleh massa.

Ratusan pendukung pemerintah berkumpul di luar kediaman resmi Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa sebelum kemudian berjalan menuju ke lokasi di mana pendukung anti pemerintah berkumpul di luar kantor presiden.

Menurut keterangan yang diperoleh Reuters dari saksi mata, polisi sudah ditempatkan di jalan utama di dekat kantor presiden namun tidak melakukan tindakan apa pun guna mencegah pendukung pro pemerintah.

Para pendukung pemerintah ini di antaranya ada yang membawa potongan besi kemudian menyerang kelompok anti pemerintah yang berkumpul di tenda-tenda bertuliskan “Gota, Go Gama” yang sudah berdiri sejak bulan lalu dan menjadi pusat bagi berkumpulnya protes nasional.

Polisi menggunakan gas air mata dan semprotan air untuk membubarkan bentrokan.

Sedikitnya sembilan orang dibawa ke rumah sakit nasional Colombo untuk menjalani perawatan termasuk karena luka-luka, atau menghirup gas air mata, kata petugas rumah sakit yang menolak namanya disebutkan.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.