UPDATE

NASIONAL

Panas! Ekspor Gas Dipangkas, Singapura Ancam ‘Potong’ Kabel Internet Indonesia

BANDA ACEH –  Ketegangan antara Indonesia dan Singapura kembali menjadi sorotan setelah politikus Singapura, Calvin Cheng Ern Lee, mengunggah pernyataan bernada sindiran mengenai ketergantungan jaringan internet Indonesia terhadap negara tetangganya tersebut.Pernyataan Calvin muncul di tengah kebijakan pemerintah Indonesia yang mulai mengurangi ekspor gas alam ke Singapura.

Meski tidak secara terbuka menyatakan akan melakukan tindakan tertentu, unggahan mantan anggota parlemen Singapura itu memancing perhatian warganet Indonesia karena menyinggung kemungkinan pemutusan kabel internet.

Melalui akun X @calvinelcheng, Calvin mengunggah infografis yang diklaim menggambarkan ketergantungan internet Indonesia terhadap Singapura. Ia kemudian menuliskan komentar singkat yang langsung menarik perhatian publik.

“Potong?” tulis Calvin melalui akun X miliknya, seperti dikutip Disway.id, Senin (26/10/2026).

Unggahan tersebut memunculkan beragam reaksi karena infrastruktur kabel bawah laut dan jaringan internasional merupakan bagian penting dari konektivitas internet Indonesia dengan dunia.

Namun, pernyataan Calvin tidak dapat langsung dimaknai sebagai pengumuman atau keputusan resmi Singapura untuk memutus jaringan internet Indonesia.

Sampai informasi dalam bahan pemberitaan ini disampaikan, tidak terdapat keterangan bahwa pemerintah Singapura telah mengambil kebijakan semacam itu.

Dalam infografis yang diunggahnya, terdapat klaim bahwa sekitar 90 persen lalu lintas internet internasional Indonesia melewati Singapura.

Angka tersebut menjadi dasar pembahasan mengenai besarnya peran Singapura sebagai salah satu pusat konektivitas digital regional.

Meski begitu, angka dalam infografis tersebut perlu diperiksa melalui sumber data independen. Lalu lintas internet internasional tidak selalu melewati satu negara atau satu jalur saja karena konektivitas dapat melibatkan berbagai kabel bawah laut, pusat data, penyedia jaringan, dan jalur penghubung lainnya.

Setelah unggahannya menuai respons, Calvin kembali memberikan penjelasan dengan nada yang disebut sebagai sindiran. Ia menegaskan bahwa Singapura merupakan negara yang beradab dan menaati hukum.

“Kami adalah orang-orang yang beradab dan taat hukum. Jelas kami tidak akan melakukan ini (memutus jaringan internet Indonesia),” kata Calvin dalam unggahan terbarunya.

Pernyataan tersebut mendapat perhatian ratusan warganet Indonesia. Sebagian menghubungkan komentar Calvin dengan kebijakan energi Indonesia yang sedang menjadi pembahasan, khususnya pengurangan ekspor gas ke Singapura.

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.