UPDATE

EKONOMIMIGAS

Panas! Ekspor Gas Dipangkas, Singapura Ancam ‘Potong’ Kabel Internet Indonesia

Meski demikian, Bahlil juga menekankan pentingnya evaluasi ekspor gas untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya di dalam negeri. Dengan kebutuhan industri yang terus berkembang, pemerintah perlu menghitung kembali keseimbangan antara pasokan domestik dan penjualan ke pasar luar negeri.

Menurut Bahlil, Indonesia selama ini mengekspor sekitar 30 persen dari total produksi gas, sedangkan 70 persen lainnya digunakan untuk kebutuhan dalam negeri. Komposisi tersebut menjadi salah satu hal yang akan dikaji kembali pemerintah.

Rencana pengembangan industri hilirisasi petrokimia menjadi alasan penting di balik evaluasi itu. Industri tersebut membutuhkan gas sebagai bahan baku untuk menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi.

Apabila pasokan gas dapat dimanfaatkan secara optimal di dalam negeri, pemerintah berharap pengembangan industri dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, termasuk mendorong investasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. (*)

Sumber data: BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Diskusi

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.