UPDATE

EKONOMIENERGI

Batam Blackout, 90 Persen Wilayah Terdampak

BANDA ACEH — Pemadaman listrik berskala luas melanda Batam, Bintan, dan Tanjungpinang, Kepulauan Riau, sejak Senin (12/10/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Gangguan yang melumpuhkan aktivitas warga itu turut menghambat distribusi air bersih, mengganggu akses internet, dan memicu kemacetan akibat lampu lalu lintas yang tidak berfungsi.

Hingga Senin sore, penyebab pasti blackout belum diumumkan. Tim teknis PLN Batam masih berupaya memulihkan jaringan listrik, sementara sekitar 90 persen wilayah Batam dilaporkan terdampak pemadaman.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Gangguan ini juga memunculkan pertanyaan mengenai keandalan infrastruktur dasar Batam, terutama di tengah rencana pengembangan pusat data (data center) yang membutuhkan pasokan listrik stabil dan konektivitas jaringan tanpa gangguan berarti.

Manager Komunikasi dan Hubungan Masyarakat PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, mengatakan pihaknya masih menyelidiki sumber gangguan. Untuk sementara, prioritas utama adalah memulihkan sistem kelistrikan dan menormalkan pasokan ke seluruh jaringan.

“Untuk penyebab gangguan kami belum tahu, untuk saat ini kami prioritaskan recovery sistem dulu, dan penormalan listrik seluruh jaringan,” kata Yoga.

Pemadaman listrik berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Warga kesulitan bekerja, menyelesaikan tugas, belajar, hingga berkomunikasi karena gangguan listrik turut menghambat akses internet.

Sejumlah warga mendatangi pusat perbelanjaan untuk mengisi daya telepon genggam dan laptop. Mal dan kafe menjadi tempat alternatif bagi mereka yang membutuhkan listrik untuk melanjutkan pekerjaan.

Situasi tersebut tergambar dalam unggahan akun @TS_Frima di media sosial X.

“Yang ada kerjaan atau tugas sampai duduk di lantai mal buka laptop, nyari colokan di tiang-tiang. Kafe penuh,” tulis akun tersebut.

Kondisi ini memperlihatkan dampak pemadaman yang melampaui urusan penerangan rumah. Ketika listrik dan konektivitas terganggu secara bersamaan, pekerjaan, komunikasi, serta kegiatan ekonomi masyarakat ikut terhambat.

Gangguan listrik di Batam juga memantik kritik warganet terhadap rencana pengembangan pusat data di kawasan tersebut. Mereka mempertanyakan kesiapan infrastruktur dasar untuk menopang industri digital yang bergantung pada pasokan energi dan jaringan komunikasi yang andal.

“Pemerintah Batam nih gimana sih woi udah air mati, listrik mati blackout pula. Gitu malah ngide bikin data center,” tulis akun @EtherealYNGR.

Akun tersebut turut menyoroti potensi dampak gangguan listrik terhadap sektor-sektor yang membutuhkan layanan digital, termasuk industri, rumah sakit, dan keuangan.

image_print

1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.