UPDATE

EKONOMIENERGI

Batam Blackout, 90 Persen Wilayah Terdampak

Kritik serupa disampaikan akun @TJhoras yang mempertanyakan kesiapan infrastruktur pusat data di Batam.

“Nah gmn data center, udah siap belum di Batam? Kalo masih begini mending tunda dulu dah,” tulisnya.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

Pusat data merupakan fasilitas yang menampung server dan sistem jaringan untuk menyimpan, mengolah, serta mendistribusikan data digital. Fasilitas ini menopang layanan komputasi awan (cloud computing), aplikasi bisnis, hingga pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Karena beroperasi dengan kebutuhan komputasi dan pendinginan yang tinggi, pusat data memerlukan pasokan listrik yang stabil, sistem cadangan yang memadai, serta konektivitas jaringan yang andal.

Batam dinilai memiliki potensi untuk pengembangan industri tersebut karena lokasinya berdekatan dengan Singapura dan Johor, Malaysia, serta didukung infrastruktur kabel bawah laut. Namun, pemadaman berskala luas kembali menempatkan keandalan pasokan listrik dan air sebagai persoalan penting dalam pengembangan kawasan digital.

Sorotan terhadap infrastruktur dasar Batam menguat setelah sekitar 300 warga memprotes terhentinya pasokan air perpipaan selama berbulan-bulan di kawasan Nongsa Digital Park pada Senin (5/10/2026).

Ketua RT 03 RW 02 Kelurahan Sambau, Andi Lalang, mengatakan pasokan air di wilayahnya yang sebelumnya hanya mengalir beberapa jam sehari kini terputus sepenuhnya.

Warga menduga pembangunan pusat data berkaitan dengan persoalan pasokan air tersebut. Namun, Badan Pengusahaan (BP) Batam membantah dugaan itu.

Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menjelaskan bahwa kebutuhan air permukiman warga dan pusat data berasal dari sumber berbeda.

Menurut Denny, warga Nongsa mengandalkan Waduk Nongsa yang debit airnya menurun selama musim kemarau. Sementara itu, kawasan pusat data memperoleh pasokan melalui jaringan khusus dari Waduk Duriangkang.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa persoalan air di Nongsa, menurut BP Batam, berkaitan dengan sumber dan jaringan pasokan yang berbeda. Dugaan warga mengenai kaitannya dengan pembangunan pusat data juga perlu dibedakan dari penjelasan resmi tersebut.

Pemadaman listrik yang meluas di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang memperlihatkan besarnya dampak gangguan kelistrikan terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari pekerjaan dan komunikasi hingga layanan publik.

Di tengah ambisi pengembangan pusat data, keandalan listrik, ketersediaan air bersih, dan konektivitas menjadi persoalan yang tidak bisa dipisahkan dari kesiapan infrastruktur kawasan.

image_print

1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.