IndonesianArabicEnglishRussianGermanChinese (Simplified)JapaneseTurkish

4 Cara Mengabarkan Kehamilan yang Tidak Direncanakan kepada Pasangan

4 Cara Mengabarkan Kehamilan yang Tidak Direncanakan kepada Pasangan
Bagikan

Bagikan Artikel Ini

atau salin tautannya

BANDA ACEH – Anda dan pasangan sedang tidak merencanakan kehamilan atau memiliki anak. Namun sebagai wanita, Anda merasakan sesuatu yang berbeda telah terjadi di dalam tubuh. Hingga kemudian Anda melakukan tes kehamilan, dan ternyata hasilnya positif.

Tidak dipungkiri, sensasi mendapati diri hamil di saat tidak mengharapkannya, bisa menimbulkan banyak gejolak emosi. Sulit rasanya untuk seketika bahagia, bersorak, dan cepat-cepat mengabarkan kepada semua orang. Namun fakta bahwa Anda benar hamil tidak bisa dielakkan begitu saja. Sebagai orang yang sudah dewasa, Anda tetap harus menyikapinya dengan tanggung jawab.

Menjadi hal pertama yang harus dilakukan, yaitu mengabari pasangan soal kehamilan tidak diharapkan yang telanjur terjadi. Namun melakukannya jadi susah-susah gampang. Karena Anda tahu pasti dia pun sedang tidak mengharapkan kehamilan istrinya. Lantas harus bagaimana? Dilansir dari Pink Villa, berikut ini langkah-langkah yang harus Anda lakukan saat memberi kabar yang “mengejutkan” ini.

1. Kabari langsung jika memungkinkan 

Jangan mengabari lewat chat atau telepon. Karena belum diketahui pasti bagaimana dia akan bereaksi nun jauh di sana. Selain itu, ada risiko miskomunikasi yang bisa jadi memperburuk situasi. Tunggulah sampai bertemu langsung. Lihat mood-nya sebelum meminta waktu untuk bicara berdua. Pilih tempat bicara di area pribadi saja. Seperti saat di dalam kamar di rumah sendiri. Tidak perlu mengajak suami ke restoran atau kafe untuk membicarakannya. Karena tidak diketahui pasti bagaimana dia akan bereaksi, sehingga ini sangat berisiko. 

2. Bersikaplah jujur

Awali percakapan dengan cara yang positif. Pilihan kalimat pembuka seperti, “Aku punya kabar buruk,” sangat tidak direkomendasikan. Ingat, bukan Anda yang bertanggungjawab sendirian atas apa yang terjadi. Kehamilan adalah tanggung jawab dua belah pihak. Dan kehamilan yang tetap terjadi, walau usaha mencegah sudah dilakukan semaksimal mungkin, adalah takdir. Jadi, ungkapkan saja dengan emosi yang jujur, apa adanya.

3. Beri waktu suami untuk memberikan tanggapannya

Setelah semua diungkapkan, tidak perlu tergesa-gesa menuntut jawaban suami. Beri waktu suami mencerna dan memperhitungkan segala kemungkinan. Karena tidak mengharapkan kehamilan bisa karena berbagai alasan. Alasan ekonomi, kesehatan istri, atau jarak kelahiran yang terlalu dekat tentu butuh pemikiran bijak seorang suami. Namun Anda juga harus memperhitungkan kemungkinan suami akan marah, menyangkal, atau bahkan berniat lepas tanggung jawab. Kepribadian suami, Anda sendiri yang memahaminya. 

0
senang
Senang
0
sedih
Sedih
0
marah
Marah
0
waduh
Waduh
0
sakit
Sakit
4 Cara Mengabarkan Kehamilan yang Tidak Direncanakan kepada Pasangan
Masuk Login

Log in or create an account now to take advantage of its privileges, and it's completely free!