Jumat, 26/04/2024 - 21:53 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EROPAINTERNASIONAL

Satu Tewas dan Dua Luka-Luka dalam Serangan Udara di Kiev

ADVERTISEMENTS

Rusia menembakkan lebih dari 15 rudal jelajah ke arah Kiev.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

 ISTANBUL — Satu orang tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka di ibukota Ukraina, Kiev pada Kamis (26/1/2023), setelah peringatan serangan udara nasional diserukan di negara itu menyusul serangan udara oleh Rusia. Walikota Kiev Vitali Klitschko dalam pesan Telegram mengkonfirmasi korban tewas mengatakan mereka korban dari roket yang menghantam bangunan non-perumahan di distrik Holosiivskyi di Kiev.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

Sebelumnya Klitschko mengatakan di Telegram bahwa ledakan terjadi di kota, mengimbau semua orang untuk mencari perlindungan. Ledakan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah di Ukraina, sementara peringatan serangan udara nasional diserukan di negara itu sehari sebelumnya.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
Jenderal AS: Ukraina akan Kalah Tanpa Bantuan Amerika Serikat

“Musuh (Rusia) menembakkan lebih dari 15 rudal jelajah ke arah Kiev. Berkat kerja hebat pertahanan udara, semua target dapat ditembak jatuh!,” kata Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv Serhiy Popko juga melalui Telegram.

ADVERTISEMENTS

Namun demikian, Popko memperingatkan bahwa bahaya serangan udara belum lewat dan mengimbau warga untuk tetap berada di perlindungan hingga sirine berhenti. 

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

 

fnMw8rlitF0

Di tempat berbeda, Gubernur Vinnytsia Serhiy Borzov mengatakan melalui Telegram bahwa tidak ada laporan korban jiwa dalam serangan di wilayahnya.

Berita Lainnya:
Menlu RI: Asia Pasifik Pemimpin Transformasi Digital Dunia

“Dua fasilitas infrastruktur energi utama rusak di wilayah Odesa,” kata Yuriy Kruk, kepala pemerintahan wilayah bagian tersebut.

Tidak ada peringatan dilaporkan di wilayah Krimea, yang dianeksasi secara ilegal oleh Rusia pada 2014. Peringatan serangan udara terdengar di Ukraina hampir setiap hari akibat serangan rudal dan drone yang menargetkan infrastruktur sipil dan energi negara.

Serangan semacam itu meningkat secara dramatis setelah ledakan pada Oktober lalu merusak Jembatan Kerch utama Rusia yang menuju Semenanjung Krimea.

 

sumber : Anadolu

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi