Sabtu, 27/04/2024 - 03:54 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ASIAINTERNASIONAL

Orang Kaya Cina Larikan Bisnisnya ke Singapura

ADVERTISEMENTS

TAICHUNG – Para konglomerat dan orang kaya di Cina terus berusaha menghindari tindakan keras pemerintah Beijing terhadap industri swasta dan praktik korupsi. Salah satu caranya yakni melarikan aset kekayaannya ke Singapura yang telah menjadi ‘Swissnya Asia’. Kekayaan para orang terkaya di Cina ini mengalir deras ke Singapura dan memicu kegelisahan di antara beberapa penduduk setempat.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah
ADVETISEMENTS
Ucapan Belasungkawa Zakaria A Rahman dari Bank Aceh

Seperti cerita seorang miliarder Cina, Bao Fan, yang menghilang pada pertengahan Februari lalu. Bao Fan, merupakan salah satu bankir investasi terkenal di Cina. Dia dilaporkan sedang mencari tempat yang aman untuk memarkir harta kekayaannya.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

Bao, merupakan pendiri China Renaissance, sedang dalam proses mendirikan perusahaan manajemen kekayaan swasta di Singapura. Ini adalah caranya untuk mentransfer uang dari sumber bisnisnya di Cina dan Hong Kong, seperti yang dilaporkan Financial Times bulan lalu, mengutip empat orang yang mengetahui rencana tersebut.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

“Kekayaan telah membanjiri Singapura dari Cina dan Hong Kong dalam beberapa tahun terakhir,” seorang manajer kekayaan di bank Singapura dengan sejumlah besar klien dari daratan Cina, yang berbicara tanpa menyebut nama, kepada Aljazirah, Senin (27/3/2023).

ADVERTISEMENTS

 

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

“Dalam percakapan rahasia, banyak dari mereka menyebut hilangnya pebisnis Cina seiring dengan ketidakpastian ekonomi sebagai alasan utama untuk memindahkan uang dan kekayaan mereka dari Cina,” kata manajer kekayaan itu.

Berita Lainnya:
AS Akan Kirim Ribuan Bom ke Israel, Kondisi Rafah Kian Makin Terancam

Singapura, yang dinobatkan sebagai tempat terbaik di dunia untuk berbisnis oleh Economist Intelligence Unit, selama bertahun-tahun telah membangun reputasi sebagai surga bagi orang Cina kelas atas, terutama sejak kebangkitan Xi Jinping.

Selama lima tahun pertama gerakan antikorupsi yang dipimpin oleh Xi, lebih dari 100 pejabat tinggi di dalam Partai Komunis China dan puluhan ribu pejabat tingkat rendah dan pebisnis diadili karena kejahatan kerah putih.

Baru-baru ini, tindakan keras peraturan terhadap industri swasta yang telah menyentuh sektor-sektor dari teknologi hingga pendidikan dan real estat telah membuat uang kabur dari Cina daratan.

“Klien saya telah mengatakan kepada saya bahwa dalam iklim politik saat ini di Cina kurang toleran terhadap orang kaya dibandingkan sebelumnya, dan oleh karena itu mereka ingin mengeluarkan aset mereka,” seorang supervisor di sebuah bank internasional besar dengan cabang di Singapura, yang berbicara di kondisi anonim kepada Aljazirah.

“Sebelumnya, investor Cina kemudian akan melihat ke Hong Kong, tetapi kota ini tidak semenarik tujuan investasi dibandingkan sebelumnya karena tahun-tahun ketidakstabilan dan penurunan ekonomi yang dihadapinya.”

Sederhananya, “Cina saat ini menjadi negara yang kurang menarik untuk berinvestasi”, mengarahkan investor Cina untuk mencari “peluang yang lebih baik di luar negeri,” kata Sara Hsu, pakar fintech Cina dan perbankan bayangan di University of Tennessee.

Berita Lainnya:
Yordania dan AS Bahas Eskalasi di Kawasan

“Dan meskipun sulit untuk memindahkan uang dalam jumlah besar dari Cina, banyak yang telah menemukan caranya,” kata Hsu.

Masuknya uang Cina ke Singapura sangat terasa di negara kota itu. Pembeli properti dari Cina Daratan merupakan hampir seperempat dari pembeli 425 rumah mewah yang dijual di kota itu pada tahun 2022, melebihi jumlah warga AS lebih dari dua banding satu.

Harga real estat perumahan Singapura pun ikut melonjak 14 persen pada tahun 2022, menurut data dari firma konsultan real estat Knight Frank, sementara harga di kota-kota lain dengan pasar real estat tradisional yang populer seperti Hong Kong dan Sydney turun satu digit. Meskipun analis mengatakan bahwa itu faktor domestik, bukan orang asing yang kaya, telah mendorong lonjakan harga.

Namun Warga negara Cina yang tidak memenuhi syarat untuk membeli real estat di bawah undang-undang Singapura telah memilih untuk menyewa sebagai gantinya. Itu juga berkontribusi lebih dari tiga kali lipat dari biaya sewa tahunan beberapa properti kelas atas.

Akhirnya, di seluruh negara kota itu, harga sewa naik 33,2 persen dari Januari 2022 hingga Januari 2023, menurut surat kabar Straits Times.

x
ADVERTISEMENTS
1 2

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi