Kamis, 30/05/2024 - 01:49 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMIENERGI

Pengeboran Sumur Minyak Baru Masih Dibutuhkan Meski Transisi Energi Terus Jalan 

BADUNG — Pengeboran sumur minyak dan gas bumi masih tetap dibutuhkan kendati pemerintah Indonesia juga mengkampanyekan transisi kepada penggunaan energi baru terbarukan. Pengeboran sumur baru dibutuhkan selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat juga demi mencegah ketergantungan impor minyak nasional yang kian bertambah. 

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

Kepala SKK Migas dalam pembukaan International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas Industry 2023 di Nusa Dua Bali, Rabu (20/9/2023), Dwi Sutjipto mengungkapkan, ia meyakini sektor migas akan tetap relevan seiring pengembangan EBT di Indonesia. 

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

“Khususnya untuk gas, yang akan memainkan peran lebih strategis sebagai sebuah energi transisi dalam menyediakan keamanan negeri untuk bisa mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Dwi. 

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Dwi mengatakan, tantangan Indonesia dalam mengurangi emisi karbon dapat dilakukan secara bersaman dengan upaya peningkatan produksi minyak dan gas bumi. Karenanya, menurut Dwi, diperlukan aktivitas agresif untuk mengebor sumur sampai tahun 2025 dan seterusnya. 

Berita Lainnya:
Raksasa Migas UEA Berhasil Temukan Gas di Blok South Andaman

 

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Namun, untuk bisa melakukan pengeboran sumur-sumur baru, Indonesia membutuhkan investasi yang tak sedikit. SKK Migas mencatat setidaknya dibutuhkan investasi 20 miliar dolar AS per tahun untuk mengejar target produksi minyak 1 satu juta barrel per hari (BOPD) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD) pada 2030.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

“Untuk bisa menarik lebih banyak investasi lagi, kita harus lebih berkompeten dengan negara-negara lain. Oleh karena itu, banyak pekerjaan yang perlu kita lakukan secara khusus terkait hukum dan aspek kontraktual dalam meningkatkan eksplorasi,” ujarnya. 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, menambahkan, rata-rata konsumsi minyak nasional saat ini telah mencapai 1,6 juta barel per hari. Sementara, tingkat produksi minyak baik dari lapangan migas dalam dan luar negeri hanya 600-700 barel per hari. 

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Kementerian ESDM Buka Lelang Lima Wilayah Kerja Migas pada 2024
ADVERTISEMENTS

“Maka, tidaklah ada cara lain kalau kita cuma mengharap sumur-sumur yang ada. Itu susah untuk mencapai target kita,” ujarnya menambahkan. 

ADVERTISEMENTS

Bahlil mengatakan, hanya ada dua cara untuk mempertahankan ketahanan energi nasional. Yakni dengan mengebor sumur baru atau mengefektifkan sumur-sumur lama yang 70 persennya dikelola oleh PT Pertamina. 

Ia sekaligus menekankan, upaya pemerintah untuk menawarkan investasi hulu migas ke pihak asing tak lain karena Indonesia kekurangan investor dalam negeri. Terlebih lagi, nilai investasi pengeboran sumur migas memakan dana hingga triliunan. 

“Investor hulu migas ini tidak banyak dan hampir seluruh dunia berikan sweetener (insentif) agar mereka (investor) bisa masuk,” katanya. 

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi