Senin, 04/03/2024 - 09:36 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

OTOMOTIF
OTOMOTIF

Eat, Sleep, and Drive di Mitsubishi XForce

 SEMARANG — Kesempatan saya duduk di belakang kemudi Mitsubishi XForce datang pada Selasa (5/12/2023) pagi. Tujuan kami, rombongan wartawan batch 1 acara “XForce Infinite Xcitement-Media Adventure 2023”, menuju studio seni Eko Nugroho. 

ADVERTISEMENTS
Nisfu Sya'ban

Dari Artotel Bianti tempat kami menginap di wilayah Caturnunggal, Sleman, hanya memakan waktu sekitar 15 menit untuk sampai ke sana. Jalan wilayah perkotaan yang ramai, serta harus berkonvoi dengan mobil lain tidak menghalangi saya mengeksplorasi fitur-fitur yang ada di compact SUV 5 seater ini. 

ADVERTISEMENTS
Pasar Murah Khusus Pensiunan

Bahkan sejak di parkiran hotel, saya sudah bisa menggunakan fitur-fitur di XForce Ultimate berwana hitam, yang juga mengangkut tiga wartawan lain di bangku penumpang.

ADVERTISEMENTS
Isra' Mi'raj

Pertama tentu saja pengaturan setir tilt dan teleskopik. Saya menurunkan kemudi, kemudian menariknya mendekat ke badan saya. Posisi setir seperti ini nyaman untuk saya. Pengaturan kursi juga saya sesuaikan ke posisi yang terbaik untuk melihat ke depan dan rileks saat menyangga badan. 

ADVERTISEMENTS
Hari Pers Nasional

Untuk menuju lobi dari parkiran basement, kami harus mengambil akses jalan menanjak. Saya terlupa  memantau sudut kemiringan dari panel instrumen digital di dashbord yang menyatu dengan head unit. Padahal, kita bisa memantau besarnya sudut kemiringan vertikal dan horizontal lewat indikator ini. Karena tidak menyalakan indikator itu, saya menaksir kira-kira akses jalan menanjak itu ada di kemiringan 15 derajat.

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
IMI Pusat Rilis Aturan Registrasi Produk di Ajang Balap Motor

Setelah mulai memasuki tanjakan, saya langsung mengalihkan transmisi ke Drive Sport dengan memencet tombol di sebelah kanan tuas perseneling. Suara mesin berubah sedikit dan kemudian mudah saja mendaki tanjakan pendek parkiran hotel ini.

ADVERTISEMENTS
Bayar Tol dengan Pengcard
ADVERTISEMENTS
Mari Berbagi dengan Action

Jelang mencapai area landai lobi, giliran fitur hill start assist yang terpakai. Maklum, karena berkonvoi, kami harus mengikuti urutan kendaraan. Kebetulan saat itu, mobil yang saya kemudikan harus menanti sejenak di kemiringan.

ADVERTISEMENTS
KUR Syariah Bank Aceh

Dari lobi hotel menuju studio Eko Nugroho, kami langsung berbelok ke kanan. Radius putar yang baik membuat menikung jadi gampang. Mitsubishi menyebutkan radius putar kemudi XForce ada di 5,2 meter. 

Ground clearence XForce yang tinggi, 222 mm, tak membuat saya yang sehari-hari menggunakan sedan menjadi gamang. Sistem Active Yaw Control (AYC) tampaknya yang memudahkan saya dalam bermanuver, mengerem dan menyalip dengan presisi. Ditambah blind sport warning dan rear cross traffic alert membantu memantau pergerakan kendaraan lain di sisi mobil.

Selepas mengikuti kegiatan melukis di studio Eko Nugroho yang sudah masuk wilayah Bantul, kami melanjutkan perjalanan makan siang menuju rumah makan Tengkleng Gajah di daerah Ngaglik, Sleman. Butuh sekitar 40 menit perjalanan kala itu.

Di sini, saya bisa kembali menjajal fitur-fitur XForce yang disebutkan di atas. Di jalan Ring Road Barat misalnya, fitur DS sangat terasa memudahkan dalam menyalip dengan sigap dan pasti, terutama ketika bereakselerasi setelah melakukan pengereman, yang sudah menggunakan ABS (Anti0Lock Breaking System) dan EBD (Electronic Breakforce Distribution).

Berita Lainnya:
TAM Recall Toyota Avanza, Veloz, Sienta, dan Yaris Cross, Terkait Skandal Daihatsu Jepang?

Soal fitur DS ini, brand ambassador XForce Rifat Sungkar sudah memberikan penjelasan sehari sebelumnya dalam bincang dengan awak media di kawasan Candi Prambanan. Menurut Rifat, fitur DS bekerja manipulasi transmisi agar bereaksi lebih cepat sehingga tenaga instan bertambah untuk memutar ban lebih kuat dan cepat. 

“Namun tenaga lebih besar, konsekuensinya konsumsi bahan bakar lebih banyak,” ujar Rifat.

DS menahan satu rasio gigi sampai ke rpm maksimal sebelum berpindah ke gigi atasnya. Ada semacam otak pintar, kata Rifat, yang memanipulasi girboks untuk bereaksi lebih cepat.

Di sisi lain, DS juga bisa dimanfaatkan untuk melalui jalan menurun, seperti dijelaskan Rifat kembali ketika kami berada di jalan tol Ungaran menuju Semarang. “Jadi saat jalanan menurun, kita tidak perlu memindahkan transmisi dari D ke L, tapi cukup aktifkan DS untuk menahan laju kendaraan,” jelas Rifat.

Selain DS, ada empat mode berkendara atau drive mode yang bisa digunakan sesuai medan berkendara, yaitu normal, wet, gravel, dan mud. Wet untuk jalanan basah, gravel jalan bebatuan, dan mud untuk jalanan tanah yang agak berlumpur.

x
ADVERTISEMENTS
1 2

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi