“Dia dulu orang komunis, tidak percaya Tuhan, sekarang dia percaya Tuhan,” jawab Agus Salim.
Penulis buku Grand Old Man of the Republic: Haji Agus Salim dan Konflik Politik Sarekat Islam, Suradi beranggapan, jawaban Agus Salim itu merupakan wujud pluralisme yang dijunjung tinggi olehnya.
Dia tidak menjauhi atau bahkan berselisih dengan adiknya hanya karena perbedaan keyakinan.
“Soal agama ‘kan kembali kepada hidayatullah. Rasulullah Muhammad pun tak bisa memaksakan semua orang terdekat yang dicintainya memeluk Islam,” kata Suradi.




























































































Beri Komentar