Kamis, 23/05/2024 - 01:52 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

PBB akan Galang Donasi Global 2,8 Miliar Dolar AS untuk Gaza

Warga Palestina memeriksa rumah mereka yang hancur di kamp pengungsi Al Maghazi, Jalur Gaza tengah, 15 April 2024, menyusul serangan udara Israel.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

NEW YORK — Pejabat senior PBB mengatakan PBB akan meminta sumbangan global senilai 2,8 miliar dolar AS untuk membantu penduduk Gaza dan Palestina di daerah pendudukan Tepi Barat. “Tentu saja 90 persen dari dana tersebut untuk Gaza,” kata kepala Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan di wilayah Palestina Andrea De Domenico seperti dikutip Aljazirah, Selasa (17/4/2024).

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

De Domenico menambahkan, rencana awal adalah 4 miliar dolar AS untuk 2024. Tetapi, anggaran dipangkas karena “kemampuan terbatas” dari akses distribusi bantuan kemanusiaan. PBB juga akan meminta dana lebih untuk upaya menuju reparasi perbudakan trans atlantik dan warisannya pada masyarakat kontemporer.

Selama lebih dari empat abad setidaknya 12,5 juta orang Afrika diculik dan dipindahkan paksa ribuan kilometer dengan kapal-kapal Eropa dan perdagangkan dan dijual sebagai budak. Mereka yang berhasil selamat dalam perjalanan itu berakhir di ladang-ladang pertanian di wilayah yang kini menjadi negara-negara benua Amerika, sebagian besar Brasil dan Karibia.

Berita Lainnya:
Norwegia Serukan Lanjut Pendanaan UNRWA

Dalam pesan video pembukaan sesi ketiga Forum Permanen Orang Keturunan Afrika (PFPAD) di Jenewa, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan kembali rasialisme berdasarkan perbudakan dan kolonialisme selama berabad-abad. Ia mengatakan, reparasi harus menjadi bagian dari upaya mengatasi itu.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Gagasan untuk membayar reparasi atau perbaikan lain untuk perbudakan transatlantik memiliki sejarah panjang dan masih diperdebatkan secara mendalam. Tetapi telah mendapatkan momentum di seluruh dunia. “Tidak akan ada diskusi nyata tentang pembangunan tanpa diskusi tentang reparasi,” kata Gaynel Curry yang ditunjuk Bahama sebagai anggota PFPAD.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Bertambah, 80 Jasad Ditemukan di Kuburan Massal Kompleks Al Shifa Gaza

Tahun lalu PFPAD menyarankan agar pengadilan khusus dibentuk untuk menangani reparasi. Justin Hansford, seorang profesor hukum Universitas Howard yang didukung Departemen Luar Negeri AS untuk melayani di forum tersebut, meminta negara-negara anggota PBB untuk mendanai PFPAD agar dapat terus melakukan tugasnya. “Dukunglah kata-kata Anda dengan tindakan,” kata Hansford.

Perwakilan Khusus AS untuk Kesetaraan dan Keadilan Rasial, Desiree Cormier Smith, mengatakan AS harus menghadapi masa lalunya yang penuh dengan ‘ketidakadilan rasial yang mendalam’. “Meskipun negara saya tidak pernah sepenuhnya menjalankan nilai-nilai kebebasan dan kesetaraan untuk semua, kami juga tidak pernah meninggalkan nilai-nilai tersebut – dan ini sebagian besar berkat masyarakat sipil,” katanya. 

ADVERTISEMENTS

sumber : Reuters

ADVERTISEMENTS

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi