Kamis, 23/05/2024 - 03:34 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EROPAINTERNASIONAL

Seruan Tribunal Perbudakan Transatlantik Semakin Kuat 

Komite HAM PBB di Jenewa.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

JENEWA — Duta Besar Barbados untuk Komunitas Karibia (CARICOM) David Comissiong mengatakan penting untuk mendirikan tribunal khusus internasional baru. Tujuannya, untuk mendapatkan reparasi dari perbudakan transatlantik dan warisannya di masyarakat kontemporer. Sebelumnya dilaporkan dukungan dari negara-negara Afrika dan Karibia untuk pembentukan tribunal semacam itu semakin kuat.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Selama lebih dari empat abad, setidaknya 12,5 juta orang Afrika diculik dan dipindahkan paksa ribuan kilometer dengan kapal-kapal Eropa dan pedagang dan dijual untuk dijadikan budak. Comissiong dikenal sebagai pegiat gagasan reparasi perbudakan.

Di sesi ketiga Forum Permanen Orang Keturunan Afrika (PFPAD) di Jenewa, Comissiong mengatakan tribunal itu dibutuhkan sebab tidak ada pengadilan internasional yang dilengkapi dengan baik untuk memproses klaim-klaim sebesar dan sekompleks isu reparasi perbudakan. PFPAD sudah menyarankan pembentukan tribunal itu tahun lalu.

Berita Lainnya:
Rusia: Dialog Pengendalian Senjata dengan AS tak Berdasar

Ia mengatakan tribunal itu membutuhkan “keputusan positif” dari Majelis Umum PBB, badan utama pembuat kebijakan PBB. “Mari kita bertekad untuk melakukan pekerjaan advokasi internasional agar berhasil mewujudkan pembentukan lembaga penting ini di Majelis Umum PBB,” katanya, Rabu (17/4/2024).

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

“Mari kita semua bersatu di forum ini dan mewujudkannya,” tambahnya. Pada sesi tersebut, perwakilan negara-negara lain, seperti Guyana dan Venezuela, menggemakan seruan Comissiong.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Dalam pesan video yang disampaikan di hari kedua PFPAD, Selasa (16/4/2024) kemarin Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan kembali rasialisme berasal dari perbudakan dan kolonialisme selama berabad-abad. Ia mengatakan, reparasi seharusnya bagian upaya untuk mengatasinya.

Berita Lainnya:
Empat Orang Meninggal Saat Unjuk Rasa Kenaikan Harga di Kashmir Pakistan

Gagasan untuk membayar reparasi atau mengajukan permintaan lain atas perbudakan transatlantik sudah lama ada dan masih diperdebatkan. Namun kini mulai mendapatkan momentum di seluruh dunia.

ADVERTISEMENTS

Pendukung tribunal mengakui langkah tersebut tidak akan mudah dilakukan. Tantangannya termasuk mendapatkan kerja sama dari negara-negara yang terlibat perbudakan transatlantik dan kompleksitas hukum untuk menemukan pihak yang bertanggung jawab dan menentukan pembayarannya. 

ADVERTISEMENTS

sumber : Reuters

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi