UPDATE

ACEH
ACEH

Disaksikan Wali Nanggroe, Aceh-KSPEU Kazan Teken MoU

Legalitas kerja sama bidang pendidikan tersebut seperti tertuang dalam MoU antara Rektor KSPEU Edvard Abdullazyanov dengan Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, dan Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh.

Disaksikan Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, penandatanganan MoU hasil penjajakan sejak 2022 lalu, berlangsung di KSPEU, Kota Kazan, Ibukota Republik Tatarstan, Rabu 26 Juni 2024.

Advertisements
Selamat Hari Tentara Nasional Indonesia ke-81

“MoU ini menjadi bagian penting membangun kegiatan kolaboratif, pertukaran mahasiswa dan dan dosen, program beasiswa, dan transfer pengetahuan dan teknologi,” kata Wali Nanggroe.

Selain itu, Wali Nanggroe juga menyampaikan bahwa kerja sama dengan kampus-kampus negeri di Republik Tatarstan, menjadi indikasi ada kesamaan sejarah dan politik antara Aceh dan Republik Tatarstan.

Untuk diketahui, Republik Tatarstan adalah salah satu wilayah otonomi di Rusia yang diberikan kewenangan penuh dalam melakukan pengelolaan pemerintahannya.

Kazan merupakan kota ketiga terbesar di seluruh Federasi Rusia, setelah Moscow dan St Petersburg.

“Aceh bisa belajar bagaimana melakukan pengelolaan otonomi khusus secara baik, termasuk membangun kerja sama pendidikan dengan kampus luar negeri,” tambah Wali Nanggroe.

Sementara itu, Rektor KSPEU, Edvard Abdullazyanov, menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Wali Nanggroe, beserta pimpinan universitas di Aceh, yang telah berinisiatif membangun kerjasama dengan pihaknya.

“Inisiatif yang telah dilakukan oleh Wali Nanggroe Aceh sejak 2022 telah mulai memiliki hasil seperti saat ini,” kata Edvard.

Dalam sambutan resminya, Edvard menjelaskan, bahwa di Republik Tartastan, Islam, Yahudi, dan Kristen Ortodoks tumbuh bersamaan dan hidup berdampingan selama ratusan tahun.

Semangat toleransi itu dihidupkan di kampus yang didirikan di era perang dingin pada 1968. KSPEU memiliki lima fakultas dan tiga puluh program studi, yang sebagian besar berhubungan dengan teknik elektro dan mesin.

“Kami juga telah bermitra dengan puluhan industri skala nasional dan internasional seperti Schneider, Siemens, Bosch, dan beberapa lainnya. KSPEU menjadi salahsatu pusat laboratorium penting dalam pengembangan energi listrik dan terbarukan di Rusia,” kata Edvard.

Sementara itu, Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia Berlian Helmy, yang ikut mendampigi delegasi Aceh menyampaikan terimakasih kepada Wali Nanggroe yang telah berinisiatif dalam membangun kerjasama dengan Federasi Rusia.

“Kami merasa terhormat dengan sambutan resmi yang dilakukan oleh pihak KSPEU dan Wakil Pemerintahan Republik Tatarstan pada acara ini. Kita harapkan tahun depan akan semakin banyak mahasiswa yang kuliah di Kazan,” kata Barlian.

image_print

1 2
Story Terbaru
MEMUAT STORY...

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.