BANDA ACEH, BANDA ACEH — Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal memimpin rapat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk membahas sejumlah isu terkini di Kota Kamis (1/10/2026).
Rapat yang berlangsung di Pendopo Wali Kota Banda Aceh tersebut membahas langkah antisipasi dan kesiapan pemerintah bersama seluruh unsur terkait dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu perhatian utama dalam rapat tersebut adalah persiapan menghadapi Muzakarah Internasional Tauhid Sufi ke-II yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.
Kegiatan yang diperkirakan dihadiri sekitar 20.000 hingga 30.000 peserta itu akan berlangsung di sejumlah lokasi, antara lain Balai Meuseuraya Aceh, Blang Padang, dan Asrama Haji Embarkasi Banda Aceh.
Persiapan mencakup berbagai aspek, mulai dari keamanan, lalu lintas, kesehatan, kebersihan, hingga akomodasi.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi agenda tersebut.
“Kita harus memastikan seluruh unsur bergerak dan berkoordinasi dengan baik, sehingga setiap kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan masyarakat tetap merasa nyaman,” ujar Illiza.
Selain persiapan Muzakarah, Forkopimda juga membahas antisipasi terhadap Milad GAM dengan menekankan deteksi dini, komunikasi, serta koordinasi bersama keuchik dan unsur terkait.
Pengalaman dari kejadian pada 15 Agustus 2026 menjadi bahan evaluasi agar potensi gangguan keamanan dan ketertiban dapat diantisipasi lebih awal.
Rapat juga menyoroti persoalan generasi muda, khususnya kasus dugaan perundungan atau bullying dan kekerasan di sekolah serta kenakalan remaja.
Pemerintah menekankan perlunya pengawasan dan pendampingan terhadap anak dengan melibatkan sekolah, orang tua, gampong, kepolisian, Satpol PP dan WH, serta Dinas Perhubungan.
Pada sektor syariat, kesehatan, dan perlindungan masyarakat, rapat turut membahas penanganan HIV/AIDS. Pembahasan mencakup pemetaan populasi berisiko, pemeriksaan, konseling, pengobatan, pendampingan, serta perlindungan kerahasiaan pasien.
Pemko Banda Aceh juga mendorong optimalisasi pos Satpol PP dan WH sebagai pusat pembinaan, pelayanan, dan respons masyarakat. Upaya tersebut melibatkan keuchik, imeum mukim, imam meunasah, pemuda, orang tua, Dinas Kesehatan, MPU, MAA, serta Forkopimda.
Di sisi lain, kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca dan persoalan yang berdampak langsung terhadap masyarakat turut menjadi perhatian.
Pemerintah mengantisipasi potensi hujan lebat, petir, angin kencang, banjir, pohon tumbang, hingga gangguan lalu lintas.






























































































Beri Komentar