UPDATE

OTO
OTOMOTIF

Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Rp180 M ‘Kreasi’ Nusron

BANDA ACEH – Nama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid kembali muncul di tengah pengusutan kasus dugaan suap HGB Summarecon. Kali ini, pusarannya melebar ke isu pembiayaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang.Tokoh Kiai Kampung NU Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur mengungkap cerita mengenai dugaan Rp480 miliar yang dibawa dari Jakarta menuju Jombang menggunakan dua Toyota Land Cruiser. Dari jumlah itu, ia menyebut Rp180 miliar dikaitkan dengan Nusron.

Cerita Gus Lilur menjadi menarik karena muncul bersamaan dengan arah baru penyidikan KPK. Lembaga antirasuah kini menelusuri penggunaan uang Rp106,3 miliar yang disita dalam kasus HGB Summarecon, termasuk kemungkinan digunakan untuk kegiatan organisasi maupun kepentingan pribadi Nusron.

Gus Lilur mengaku informasi mengenai perjalanan uang itu diperolehnya secara informal saat bertemu sejumlah penyidik KPK.

Menurut dia, dua Land Cruiser diberangkatkan dari kawasan selatan-timur Jakarta dengan membawa uang sekitar Rp480 miliar. Mobil tersebut tidak melaju sendiri ke Jombang, tetapi dinaikkan ke kendaraan towing.

“Secara informal mereka menjelaskan bahwa ada dua mobil Land Cruiser yang berangkat dari satu tempat di Selatan-Timur Jakarta,” kata Gus Lilur dalam program Madilog Forum Keadilan.

Ia menyebut masing-masing kendaraan membawa uang sekitar Rp240 miliar.

“Land Cruiser ini naik towing, jadi Land Cruiser ini bukan jalan sendiri, naik towing. Jadi dua Land Cruiser, dua towing. Berangkat dari Jakarta dibawa ke Jombang,” ujarnya.

Gus Lilur juga mengatakan informasi yang diterimanya disebut berasal dari keterangan pihak-pihak yang terjaring OTT KPK serta hasil pemeriksaan digital terhadap telepon seluler yang diamankan penyidik.

Rp180 Miliar, Nama Nusron Disebut

Dari total Rp480 miliar tersebut, Gus Lilur membeberkan pembagian sumber dana yang ia dengar.

Sekitar Rp150 miliar disebut berasal dari oknum institusi berinisial P. Sebanyak Rp150 miliar lainnya dikaitkan dengan oknum institusi berinisial B.

Sisanya, Rp180 miliar, dikaitkan langsung oleh Gus Lilur dengan Nusron.

“Nah, Rp180 (miliar) itu dikabarkan kreasinya NW. Ya, NW itu Nusron Wahid,” ungkap Gus Lilur.

Pernyataan tersebut membuat nama Nusron kembali berada di tengah dua isu yang kini berkelindan, yakni kasus dugaan korupsi layanan pertanahan dan dinamika Muktamar NU.

Nusron sendiri bukan orang luar dalam kontestasi Muktamar ke-35 NU. Dalam penjaringan bakal calon Ketua Umum PBNU, Nusron memperoleh 207 suara dan masuk lima besar. Namun, ia tidak dapat melanjutkan pencalonan setelah dinyatakan tidak memenuhi syarat administratif karena posisinya sebagai menteri dikategorikan sebagai jabatan Politik.

image_print
1 2 3

Bagaimana reaksi Kamu?

Beri Komentar

Terkait

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ada lagi data informasi lainnya.