Faktanya bahwa anggota TNI AL itu tidak tahu kalau mobil yang ia beli adalah mobil rental.
Ia melanjutkan, bahwa pihaknya ingin semua proses menjadi transparan dan bisa dilihat dari kejernihan hati dan pikiran.
“Dalam kondisi demikian, ia membawa mobil dan dikejar oleh 4 mobil maka terjadi kepanikan yang luar biasa. “Sampai terjadi persekusi yang mengakibatkan penembakan, itu juga sangat kami sesalkan,” katanya.
Arie Subagio, warga Kebayoran Baru, Jakarta Selatan juga bersuara menyampaikan apresiasi kepada pihak TNI AL dan kepolisian.
Sebab secara langsung telah mendukung proses hukum terhadap tiga oknum TNI dalam kasus ini.
“Hal yang patut diapresiasi adalah sikap dari TNI yang terbuka dan menyerahkan proses penyidikan kepada Puspomal,” ungkap Arie.
Selain itu, dia menilai pihak TNI AL selalu siap berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan penyelidikan ini akan objektif dan independen.
Hal tersebut terlihat dari rekonstruksi yang telah dilaksanakan secara terbuka bersama pihak kepolisian.
“Kasus ini tengah didalami oleh semua pihak. Kami berharap sebagai masyarakat dan pencari keadailan meminta agar semua pihak dapat bersabar. Saya meyakini aparat penegak hukum akan bekerja profesional dan transparan dalam mengungkap kasus ini,” jelasnya.
Sementara, Wirawan Wibowo, warga Margonda Kota Depok menyoroti kronologi kejadian, mulai dari pengerahan massa hingga terjadi percekcokan
dan penembakan.
Menurutnya, pengerahan massa tersebut juga tidak sepenuhnya dibenarkan.
Ia sepakat untuk menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak berwajib.
“Semoga semuanya bisa terungkap fakta yang benar dan menghukum pelaku sesuai perbuatannya,” kata dia.
Sumber: Media






























































































