Penulis: Dr. Syahganda Nainggolan**
MEDIA Inggris BBC-Indonesia membahas soal “Prabowo sebut ‘ndasmu‘ terhadap pengkritiknya”, kemarin. Berbagai analisa pakar dimasukkan dalam tulisan tersebut, seperti Prabowo anti kritik, bicara kekanan-kanakan, ngomong “ndasmu” tidaklah lucu, dll. Tulisan ini terkait kritikan orang atas MBG (makan bergizi gratis), kabinet gemuk dan cawe-cawe Jokowi.
Pada saat bersamaan mahasiswa se-Indonesia (BEM SI) turun kejalan diberbagai kota meneriakkan yel-yel “Lawan Prabowo!”. Mereka menuntut adili Jokowi, batalkan Inpres efisiensi anggaran, transparansi pembangunan dan MBG, dan tolak dwifungsi TNI. Aksi sebesar ini memberi pertanyaan, “ada apa rezim se usia jagung sudah di demo?”
Ada 3 hal yang perlu kita dalami melalui fenomena kritik terhadap Prabowo tersebut. Kenapa terlalu cepat gerakan anti Prabowo? Pertama, basis analisis yang salah. Kedua, adanya kelompok kontra revolusioner dan ketiga, perlunya “barisan ideologis Prabowo”.
Sebagian intelektual menganalisis secara salah. Basis analisis yang salah terjadi ketika Prabowo melakukan pemujian pada Jokowi (teriakan Hidup Jokowi!), ucapan “Ndasmu” dan rencana penempatan Jokowi pada Danantara (badan aset raksasa) dianggap sebagai substansi. Padahal analisis berbasis material menunjukkan bahwa semua kebijakan Prabowo selama ini kontra 180° terhadap Jokowi.
Kaum cendikiawan strukturalis sejak lama melihat fenomena berbasis fakta material. Artinya ada fenomena ekonomi di dalamnya. Ada pilihan pemihakan. Dalam kasus Prabowo, apapun yang jadi kebijakannya selama ini jelas dan terang benderang mematahkan dominasi oligarki alias konglomerat rakus, yang selama ini berkuasa.
Pada tahun 2018, misalnya, ketika saya di minta Anies Baswedan menggalang kekuatan anti Reklamasi Pantai Utara Jakarta, gerakan ini gagal. Itu setelah saya menggalang alumni ITB, UI dan IPB mengadvokasi buruknya reklamasi Pantai Utara Jakarta itu. Karena Jokowi dan rezimnya mendukung reklamasi, kekuatan Anies tidak mampu berbuat banyak.
Di era Prabowo Subianto, belum seratus hari umur kekuasaan dia, 30 km panjang pantai Utara Tangerang yang mau dirampok oligarki hancur berantakan. Prabowo mengerahkan berbagai unsur kementeriannya mencabut izin pagar laut. Bahkan, terkahir memerintah tentara mengambil kembali pantai yang mau dirampok itu.
Kebijakan Prabowo lainnya terlalu banyak untuk disaksikan sebagai perang struktural. Baik mengalokasikan uang pada puluhan juta anak-anak miskin untuk makan gratis, pengambilalihan kebun sawit ilegal jutaan hektar, pembubaran Judi Online, memvonis berat koruptor, dll serta terkahir akan mencekik leher pengusaha jahat yang sering menipu petani.































































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…