JAKARTA – Nama Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, kembali mencuat dalam pusaran wacana hukum dan politik nasional.
Setelah Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook senilai triliunan rupiah, desakan agar Budi Arie juga ditetapkan sebagai tersangka ikut mengemuka.
Seorang pengamat hukum dari salah satu universitas swasta di Jakarta secara terbuka mendorong Polri untuk memproses Menteri Koperasi tersebut.
Namun, tudingan itu segera menuai kritik keras dari aktivis Aliansi Kehendak Rakyat (Akhera), Heru Purwoko.
Menurutnya, desakan itu tidak berdasar dan hanya bentuk framing politik yang terus menerus diarahkan kepada Budi Arie.
“Desakan agar Budi Arie ditetapkan sebagai tersangka itu mengada-ada. Ini hanya framing yang ditabuh setiap hari dan setiap minggu.
Ketika ada pejabat atau mantan pejabat ditetapkan sebagai tersangka, kok langsung nama Budi Arie ditarik-tarik.
Dari sekian banyak menteri di pemerintahan Prabowo Subianto, justru Budi Arie yang paling sering diserang fitnah,” kata Heru di Jakarta, Sabtu (6/9/2025).
Jejak Framing Politik
Nama Budi Arie memang tidak asing dalam pusaran opini publik.
Saat menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) pada periode sebelumnya, ia sering dikaitkan dengan isu judi online (judol).
Meski tidak pernah terbukti terlibat, narasi yang menyudutkan dirinya kerap muncul di media sosial maupun pernyataan sejumlah pihak.
Heru Purwoko menilai pola itu kembali berulang. Setiap kali ada pejabat terseret kasus hukum, nama Budi Arie seakan sengaja “ditarik-tarik” ke dalam pusaran opini negatif.
“Seolah-olah ada pihak yang punya kepentingan menjatuhkan Budi Arie. Bisa jadi karena ada dendam pribadi, atau memang ada yang kebelet ingin menggantikan posisinya di kabinet,” ujar Heru.
Menurutnya, publik sudah bisa melihat bahwa tudingan terhadap Budi Arie lebih banyak bersifat politis ketimbang yuridis.
“Rakyat sekarang sudah semakin cerdas. Mereka tidak akan mudah terhasut oleh framing, opini negatif, dan fitnah yang diarahkan kepada beliau,” tegasnya.
Fokus pada Mandat Presiden
Terlepas dari berbagai isu yang menjerat, Heru menegaskan bahwa Budi Arie saat ini hanya fokus pada tugasnya sebagai Menteri Koperasi dan UKM.
Presiden Prabowo Subianto memberikan mandat besar kepadanya untuk memperkuat koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan.
Salah satu program andalannya adalah Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.
































































































